Serangan fitnah digital yang ditujukan kepada beliau seharusnya tidak dijadikan alasan untuk mundur
Samarinda (ANTARA) - Ketua Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kalimantan Timur Akhmed Reza Fachlevi meyakini serangan fitnah digital yang menimpa Rahayu Saraswati Djojohadikusumo justru menjadi bukti perjuangannya.
"Kami meminta Fraksi Gerindra DPR RI menolak dan membatalkan pengunduran diri Mbak Saras," ujar Akhmed Reza Fachlevi di Samarinda, Jumat.
Menurut Reza, keputusan Rahayu Saraswati untuk mundur dari panggung politik nasional adalah sebuah kerugian yang sangat besar.
Terutama, kerugian tersebut akan sangat dirasakan oleh kalangan generasi muda di seluruh penjuru Indonesia.
Ia berpendapat bahwa Saraswati merupakan aset penting dan berharga, tidak hanya bagi Partai Gerindra, tetapi juga bagi bangsa Indonesia.
Integritas yang dimiliki politisi muda tersebut dinilainya masih utuh dan tidak bercela.
Kiprah serta perjuangannya pun diyakini masih sangat dibutuhkan oleh masyarakat luas, khususnya kelompok-kelompok rentan.
Baca juga: Soal wawancara Saraswati di ANTARA TV, Gerindra nilai konteks baik
Reza memandang rekam jejak Saraswati selama ini telah menunjukkan keberpihakan yang sangat jelas dan konsisten kepada rakyat kecil.
Figur keponakan dari Prabowo Subianto itu dikenal luas sebagai seorang politisi yang bekerja secara nyata di tengah-tengah masyarakat.
Saraswati disebut tidak pernah segan untuk turun langsung ke bawah demi mendengarkan dan menyerap aspirasi rakyat.
Hal tersebut membuktikan komitmen kuatnya sebagai seorang wakil rakyat yang sesungguhnya dan amanah.
Perjuangannya secara persisten selalu ditujukan untuk membela hak-hak dari berbagai kelompok rentan di Tanah Air.
Kelompok yang ia bela secara vokal mencakup kaum perempuan dan para penyandang disabilitas yang sering termarjinalkan.
Dirinya juga aktif menyuarakan perlindungan maksimal bagi para pekerja migran Indonesia yang berada di luar negeri.
Baca juga: Legislator RI minta maaf atas tragedi demokrasi, seru DPR introspeksi
Bahkan, ia sering berada di garda terdepan dalam memberikan advokasi hukum bagi para korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
Di level parlemen, lanjut Reza, kinerja Saraswati juga tercatat meninggalkan jejak yang sangat signifikan dan patut diapresiasi.
Salah satu aksinya yang paling fenomenal adalah saat turut membongkar dugaan praktik mafia bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di wilayah Nusa Tenggara Timur.
Perannya juga sangat vital dan sentral dalam memperjuangkan Undang-Undang Penyandang Disabilitas hingga akhirnya berhasil disahkan.
Selain itu, ia juga tercatat aktif mengawal seluruh proses revisi Undang-Undang Tindak Pidana Perdagangan Orang agar lebih berpihak pada korban.
Pewarta: Ahmad RifandiEditor : Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2026