Karst ini bukan hanya kebanggaan Kutai Timur dan Berau, bukan hanya kebanggaan Provinsi Kaltim, tapi juga kebanggaan Indonesia
Berau, Kaltim (ANTARA) - Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas'ud menyatakan kawasan Karst Sangkulirang-Mangkalihat yang membentang dari Kabupaten Kutai Timur hingga Kabupaten Berau merupakan aset nasional, sehingga keberadaannya harus dilindungi untuk mendukung habitat di dalamnya sekaligus mendukung ekonomi berkelanjutan.
"Karst ini bukan hanya kebanggaan Kutai Timur dan Berau, bukan hanya kebanggaan Provinsi Kaltim, tapi juga kebanggaan Indonesia," ujar Rudy ditemui setelah menandatangani Deklarasi Geopark Karst Sangkulirang-Mangkalihat di Kampung Merabu, Kabupaten Berau, Sabtu malam.
Dia mengatakan penandatanganan ini merupakan dukungan penuh sekaligus upaya percepatan agar usulan kawasan karst tersebut bisa segera ditetapkan menjadi kawasan geopark, baik Taman Bumi Nasional maupun UNESCO Global Geopark.
"Sekarang masih terus berproses, bahkan proses ini terus didukung secara teknis oleh tim baik pemda maupun Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) yang fokus pada bidang konservasi, selaku inisiator. Kami ingin secepatnya kawasan ini secepatnya menjadi geopark," kata gubernur.
Pemprov Kaltim mulai proses pengusulan taman bumi (geopark) Karst Sangkulirang-Mangkalihat ini sejak 2019, diawali dari inventarisasi keragaman geologi yang menjadi dasar penetapan kawasan bentang alam Karst Sangkulirang-Mangkalihat.
Untuk mendukung usulan ini, maka serangkaian kegiatan terus berlangsung setiap tahunnya, sehingga pada 2024 kemudian terbit Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral tentang Warisan Geologi.
Di antara keputusan menteri ini adalah menetapkan sebanyak 26 situs warisan geologi (geosite) yang terbagi di Kabupaten Berau sebanyak 15 situs dan di Kabupaten Kutai Timur sebanyak 11 situs.
Sedangkan tahun ini diharapkan kawasan Karst Sangkulirang-Mangkalihat masuk sebagai usulan taman bumi, taman bumi nasional, dan UNESCO Global Geopark.
Kehadiran Gubernur Kaltim ke Kampung Merabu ini selain untuk melakukan menandatangani deklarasi juga ingin memastikan geosite di Merabu karena kampung ini memiliki dua situs warisan geologi atau geosite yaitu Gua Beloyot dan Kerucut Karst Merabu (Puncak Ketepu).
Pewarta: M.GhofarEditor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026