Aktivitas usaha yang dijalankan Pelindo Regional 4 Samarinda di lokasi tersebut sesuai Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Laut Nomor KP-DJPL 225 Tahun 2025 tentang Pemberian Pelimpahan kepada Badan Usaha Pelabuhan PT Pelabuhan Indonesia (Persero
Samarinda (ANTARA) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 Samarinda menegaskan bahwa aktivitas usaha pemanduan dan penundaan kapal di wilayah Desa Muara Muntai Ilir, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, sesuai dengan keputusan resmi dari Pemerintah.
"Aktivitas usaha yang dijalankan Pelindo Regional 4 Samarinda di lokasi tersebut sesuai Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Laut Nomor KP-DJPL 225 Tahun 2025 tentang Pemberian Pelimpahan kepada Badan Usaha Pelabuhan PT Pelabuhan Indonesia (Persero)," kata General Manager Pelindo Regional 4 Samarinda Captain Suparman di Samarinda, Selasa.
Lanjut dia, keputusan tersebut untuk melaksanakan pelayanan jasa pemanduan dan penundaan kapal di perairan Pelabuhan Samarinda sampai Muara Muntai yang melewati Jembatan Martadipura hingga perairan Muara Jawa serta perairan Kuala Samboja, Provinsi Kalimantan Timur.
“Juga sesuai dengan Keputusan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor KM 244 Tahun 2021 Tentang Penetapan Perairan Wajub Pandu Kelas I pada Perairan Pelabuhan Samarinda sampai Muara Muntai yang Melewati Jembatan Martadipura, Perairan Muara Jawa, dan Perairan Kuala Samboja, Provinsi Kalimantan Timur,” tegas Suparman.
Atas keputusan tersebut kata Suparman, pihaknya telah melakukan sosialisasi pelayanan pemanduan dan penundaan kapal di Perairan Muara Muntai di Wilayah Wajib Pandu KSOP Kelas I Samarinda pada Kamis (22/5/2025) sesuai Berita Acara (BA) Nomor: PJ.01/21/5/1/B4.2/GM/SMRD-25, yang diikuti oleh pengguna jasa dan pemangku kepentingan di lingkungan PT Pelabuhan Indonesia (Persero).
“Dalam sosialisasi tersebut, salah satu hasil pembahasannya yaitu pelaksanaan Go-Live Pelayanan Pemanduan dan Penundaan Kapal di Perairan Muara Muntai pada Senin (9/6/2025),” ujar Suparman.
Menindaklanjuti hal tersebut, pada hari Minggu (8/6/2025) Pelindo telah memulai rangkaian persiapan aktivitas pemanduan kapal di Desa Muara Muntai Ilir, Kutai Kartanegara.
Pihaknya telah menugaskan tim yang akan melaksanakan persiapan Go-Live pelayanan dan telah melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait termasuk pemerintah desa. Namun pada saat tim tiba di titik penjemputan, diperoleh informasi bahwa ada aksi protes yang dilakukan oleh sekelompok orang.
"Atas informasi tersebut, kami melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait, dan untuk alasan keselamatan maka tim yang bertugas kembali ke Samarinda untuk persiapan lebih lanjut dan menunggu kondisi lebih kondusif,” tukas Capt. Suparman.
Kegiatan pemanduan dan penundaan khususnya di Perairan Muara Muntai diharapkan dapat berjalan dengan baik guna mendukung kelancaran lalu lintas kapal dengan standar keselamatan yang baik.
Pewarta: Ahmad RifandiEditor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026