Balikpapan (ANTARA) - Pemerintah Kota Balikpapan membuka peluang seluas-luasnya kepada investor untuk membangun Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), guna mengatasi kelangkaan dan antrean panjang BBM akibat keterbatasan jumlah gerai di kota itu..
Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud menegaskan kebutuhan tambahan SPBU sudah mendesak, namun mahalnya harga lahan menjadi penghambat masuknya investor.
“Kalau lahannya dijual dengan harga wajar, bisa kita beli. Tapi kalau mahal, tentu sulit. Saya meminta kepada Pertamina kalau memang tidak ada investor, mohon Pertamina sebagai BUMN hadir dan mengambil peran,” kata Rahmad, Sabtu (24/5).
Ia menyatakan, meski pihaknya berharap Pertamina ikut berperan aktif, namun Pemkot tetap membuka kesempatan seluas-luasnya kepada investor swasta.
“Perizinan bisa diurus, dan saya harap ada jaminan dari Pertamina bahwa kejadian seperti ini tidak akan terulang kembali,” ucapnya.
Selain kendala lahan, Rahmad menyebut antrean BBM jenis Pertamax di Kota Balikpapan yang sebelumnya sempat terjadi kelangkaan karena distribusi terganggu oleh faktor teknis, termasuk karena suplai Pertamax masih didatangkan dari luar Balikpapan.
“Sebenarnya, BBM itu harus segera disuplai, tapi karena ada kendala teknis saya tahu, ini juga karena Pertamax kita masih didatangkan dari luar,” ujarnya.
Rahmad mengatakan bahwa dirinya telah berbicara langsung dengan Direksi Pertamina Pusat agar ke depan Pertamax bisa diproduksi langsung di Kilang Balikpapan guna menjamin ketersediaan pasokan BBM.
“Harapannya, dengan produksi lokal ini, kelangkaan tidak terjadi lagi,” ujarnya.
Ia pun menyampaikan permintaan maaf atas gangguan aktivitas masyarakat selama terjadi antrean BBM di sejumlah SPBU.
“Saya, atas nama pemerintah, memohon maaf kepada seluruh warga Kota Balikpapan yang dalam beberapa hari ini aktivitasnya terganggu, terutama pengguna kendaraan,” ujarnya.
Pemerintah Kota, lanjutnya, akan terus bersinergi bersama PT Pertamina Patra Niaga dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, agar permasalahan BBM segera diatasi dan tidak menimbulkan keresahan di masyarakat termasuk penambahan SPBU.
Sebelumnya, Asisten I Tata Pemerintahan Kota Balikpapan Zulkifli mengatakan bahwa salah satu penyebab utama terjadinya antrean adalah minimnya jumlah SPBU yang ada saat ini.
“Balikpapan hanya memiliki 14 SPBU, sebagai perbandingan, Kota Samarinda memiliki 34 SPBU,” katanya.
Zulkifli menjelaskan, sebagai tindak lanjut dari rapat koordinasi 19 Desember 2023, Pemkot telah menyampaikan surat resmi dari Wali Kota kepada Komisaris Utama Pertamina pada 29 Januari 2024 yang meminta penambahan gerai SPBU di Balikpapan.
Sejauh ini, satu unit SPBU modular telah dibangun di Lapangan Merdeka. Empat SPBU modular lainnya akan menyusul di Jalan Asnawi Arbain (BJBJ), Gunung Pipa, Karang Jati, dan Manggar Baru.
Lima unit Pertashop juga ditambahkan di Manggar, Jalan Letjen Suprapto, Lamaru, Manggar Baru, dan Sepinggan Baru. Tambahan empat SPBU lain direncanakan di Jalan Asnawi Arbain, Jalan Jenderal Sudirman, Prapatan, dan Manggar.
