"Turunnya nilai ekspor Kaltim disebabkan menurunnya ekspor migas dari 10,66 miliar dolar pada 2013 menjadi 9,34 dolar pada 2014, kemudian menurunnya ekspor nonmigas dari 15,05 miliar dolar menjadi 12,43 dolar," ujar Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Kaltim Aden Gultom di Samarinda, Senin.
Sejumlah komoditas yang diekspor Kaltim pada periode Januari-Oktober 2014 antara lain bahan bakar mineral senilai 20,16 dolar.
Bahan bakar mineral terbagi menjadi dua, yakni migas dan non migas. Rinciannya adalah ekspor migas senilai 9,34 miliar dolar dan non igas senilai 10,81 miliar dolar.
Kemudian ekspor kayu dan barang dari kayu senilai 410 juta dolar, ekspor lemak dan minyak hewani atau nabati serta barang daripadanya senilai 296 juta dolar, ekspor pupuk senilai 307 dolar.
Selanjutnya adalah ekspor ikan dan kristesea serta invertebrate air lain senilai 104 juta dolar, bahan kimia anorganik, senyawa organik atau anorganik dari logam dengan nilai 266 juta dolar.
Ekspor aneka produk kimia senilai 12,8 juta dolar, ekspor tembakau dan pengganti tembakau dipabrikasi senilai 17,7 juta dolar, ekspor bahan kimia organik 104 juta dolar, dan ekspor reaktor nuklir, ketel, mesin dan peralatan mekanis 46,1 juta dolar.
Sedangkan negara tujun ekspor dari Provinsi Kaltim antara lain ekspor migas ke Jepang senilai 3,11 miliar dolar, ke Korea Selatan 2,21 miliar dolar, ke Taiwan senilai 1,59 miliar, ke Malaysia 911 juta dolar, ke Singapura 786 juta dolar, dan ekspor migas ke Australia 685 juta dolar.
Sementara untuk ekspor nonmigas antara lain ke India sebesar 2,85 miliar dolar, ke Tiongkok sebesar 2,68 miliar dolar, ke Jepang sebesar 1,65 miliar dolar, ke Korea Selatan 1,3 miliar dolar, ke Taiwan 1,15 miliar dolar, ke Malaysia 445 juta dolar, dan ekspor nonmigas ke Filipina senilai 487 juta dolar. (*)
Pewarta: M.Ghofar: Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.