"Kami sudah berbicara dengan Pemprov Kaltim agar bersedia membantu dengan memberikan masukan supaya Aceh juga bisa sukses seperti Kaltim," kata Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Provinsi Aceh Zulkifli HS di Samarinda, Minggu.
Zulkifli yang didampingi Kepala Bidang Pengembangan Teknologi Perdesaan Teuku Rusdi ini melanjutkan bahwa selama ini pihaknya sudah melakukan sejumlah persiapan agar mampu menjadi tuan rumah yang baik, sukses, dan berdampak efektif pascapenyelenggaraan TTG.
Bahkan, katanya lagi, pihaknya juga sudah menyusun anggaran untuk persiapannya. Untuk sementara, anggaran yang sudah diusulkan kepada DPRD setempat senilai Rp15 miliar.
Tetapi dari hasil diskusi dengan Kepala BPMPD Kaltim Moh Jauhar Efendi, kata dia lagi, ada sejumlah kegiatan yang belum dimasukkan dalam gelar TTG pada 2015 di Aceh, sehingga anggaran yang senilai Rp15 miliar itu diyakini tidak cukup.
Untuk itu, melalui pembahasan APBD Perubahan Aceh, pihaknya akan mengusulkan kembali untuk beberapa item yang belum masuk. Namun dia belum bisa memastikan berapa usulan tambahannya karena masih dalam tahap pembahasan.
Dia juga berencana mengundang BPMPD Kaltim ke Aceh karena Kaltim dinilai paling sukses dalam penyelenggaraan TTG selama 16 kali pelaksanaannya.
"Masing-masing daerah memang ada plus minusnya, tapi maaf, selama gelar TTG yang kami ikuti, di Kaltim ini kami nilai yang paling berhasil sehingga kami sudah bertekad bahwa standar keberhasilan kami ke depan minimal sama dengan Kaltim," katanya.
Dia berharap agar Kaltim bersedia memberikan sedikit ilmunya kepada BPM Aceh agar ketika menjadi tuan rumah TTG 2015 mendatang bisa serapi dan sebagus Kaltim, karena tingkat kesuksesan suatu gelaran besar merupakan tolok ukur dari kinerja sehari-hari.
Selama mengikuti gelar TTG di sejumlah daerah selama ini, katanya, selain melakukan pameran juga mengamati kinerja panitia dalam memberikan pelayanan, sehingga sesuatu yang baik akan diserap dan sesuatu yang kurang akan dikaji agar penerapan di Aceh diharapkan lebih baik.
Di sisi lain dia juga mengatakan bahwa akan sulit menjadi tuan rumah yang lebih baik dari Kaltim, karena dari segala aspek yang diperhatikan, semuanya serba baik dan memuaskan. Namun demikian, mungkin masih ada kelemahan yang bisa diperbaiki ketika di Aceh mendatang.
"Saya salut dengan Kaltim sehingga akan kami jadikan cermin untuk persiapan kami mendatang. Peserta dari Aceh puas dengan pelayanan yang diberikan kepada panitia, apalagi pendamping (LO) untuk Aceh juga sangat ramah sehingga saya menjadikan LO Kaltim untuk Aceh sebagai saudara dunia akhirat," kata Rusdi. (*)
Pewarta: M.Ghofar: Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.