Ini berarti 30 persen soal lainnya dilakukan oleh Kemementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang semuanya mengacu pada ketetapan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), setelah semua selesai, kemudian soal tersebut digabung untuk dicetak,"
Samarinda (ANTARA Kaltim) - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kaltim H Musyahrim mengatakan bahwa penyusunan soal untuk Ujian Sekolah (US) bagi siswa SD dan yang sederajat, maupun bagi Paket A (setara SD) dilakukan oleh guru di daerah.

"Ini berarti 30 persen soal lainnya dilakukan oleh Kemementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang semuanya mengacu pada ketetapan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), setelah semua selesai, kemudian soal tersebut digabung untuk dicetak," ujarnya di Samarinda, Rabu.

Guru-guru di daerah dalam menyusun soal US sebagian belum terampil, terkait dengan itu maka pihaknya saat ini melakukan pelatihan bagi guru SD dan tutor untuk paket A agar mereka memiliki kemampuan menyusun soal sesuai dengan standar BSNP.

Saat ini, katanya, pelatihan menyusun soal sedang berlangsung di Samarinda, diharapkan setelah pelatihan selesai, maka para guru yang merupakan Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKS) SD/MI/SD-LB dan penyelenggara Paket A baik di Kaltim maupun Kaltara, semuanya bisa memiliki keterampilan menyusun soal untuk US.

Dia juga mengatakan, sebelumnya ada usulan agar pelatihan penyusunan soal sebaiknya hanya dilakukan oleh KKS di Samarinda, tetapi usulan itu tidak diterima dengan berbagai macam pertimbangan.

Apabila penyusunan soal hanya dilakukan KKS Samarinda, dikhawatirkan menimbulkan anggapan soal hanya mudah dipahami peserta didik di Samarinda, kemudian sekolah di kabupaten dan kota lainnya kemungkinan akan mengalami kesulitan.

Kesulitan soal US yang mungkin akan dirasakan oleh peserta lain dari Samarinda, karena mungkin saja ada perbedaan metode pembelajaran, padahal pada kenyataannya metode ajar yang diterapkan semua sekolah di seluruh Indonesia sama karena sudah ada acuan yang jelas.

Terlepas dari persoalan itu, dia mengatakan bahwa pelatihan bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada kepala sekolah untuk menerapkan pola evaluasi pada proses pembelajaran.

Soal yang dibuat juga sebagai tolak ukur pemahaman peserta didik terhadap materi pelajaran yang diberikan, sedangkan evaluasi telah dilakukan oleh satuan pendidikan setiap saat baik ulangan harian, caturwulan, maupun per semester.

Dia juga mengatakan bahwa soal yang akan disajikan kepada peserta US SD dan yang sederajat menggunkan jenis soal pilihan ganda dengan satu paket soal, tidak seperti Ujian Nasional SMP dan SMA yang terdiri dari 20 paket soal.   (*)

Pewarta: M Ghofar
Editor : Amirullah

COPYRIGHT © ANTARA 2026