"Beasiswa yang diberikan oleh Pemprov Kaltim merupakan investasi jangka panjang, apabila ke depan anak-anak lulus sekolah, maka cara berfikir dan sumber daya mereka akan meningkat sehingga mampu hidup lebih baik," ujar Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak di Samarinda, Selasa.
Ia mengatakan, jumlah penerima beasiswa itu pada 2010 terdapat 39.891 siswa yang mendapat beasiswa, yakni terdiri 30.458 siswa SD/MI dan 9.433 siswa SMA/MA. Pada 2011 meningkat menjadi 34.012 penerima yang terdiri dari 31.016 siswa SD/MI dan 2.996 siswa SMA/MA.
Sementara pada 2012 tedapat 96.277 orang pelajar, terdiri dari 95.366 siswa SD/MI, 271 siswa SMP/MTs, dan 640 siswa SMA/MA dan pada 2013 sebanyak 60.219 pelajar, sebanyak 54.898 siswa SD/MI, 2.473 siswa SMP/MTs, dan 2.848 siswa SMA/MA.
Semenentara pada 2014 direncanakan sebanyak 106.429 siswa yang bakal menerima beasiswa, yakni terdiri dari 26.521 siswa SD/MI dan 79.908 siswa SMA/MA.
Dia mengatakan, pemberian bantuan siswa miskin dimaksudkan untuk membantu meringankan beban para orang tua, sehingga anak-anak mereka dapat tetap bersekolah atau terhindar dari ancaman putus sekolah.
"Apabila anak-anak Kaltim minimal berijazah SLTA karena telah diterapkannya program wajib belajar 12 tahun, maka mereka akan bisa terserap di pasar kerja, termasuk mampu membuka peluang usaha baru karena di sekolah terutama SMK juga dibekali keterampilan khusus," ujarnya.
Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan, kata dia, maka sejak 2009 Pemprov kaltim bersama pemerintah di kabupaten dan kota telah sepakat mengalokasikan dana untuk pendidikan sebesar 20 persen dari masing-masing APBD, baik untuk peningkatan kualitas guru, siswa, maupun saran dan prasarana pendidikan.(*)
Pewarta: M.Ghofar: Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.