Sedangkan di Kabupaten Bulungan, banyak jalan-jalan nasional yang rusak berat dan sulit dilalui kendaraan. “Masyarakat sangat mengharapkan perhatian pihak terkait secepatnya, mengingat jalan nasional ini sangat vital khususnya bagi roda perekonomian masyarakat. Karena jalan-jalan nasional yang ada salah satunya seperti jalan di Simanggaris jalan ini tembus langsung ke Negara Malaysia, yaitu Serudung Sabah, Malaysia, ini menjadi akses penting,†kata politisi Golkar Dapil V ini.
Kemudian lanjut Djalil, di Desa Sajau Ilir, Kecamatan Tanjung Palas Timur, desa Binai dan beberapa desa sekitar seperti desa Kampung Baru sangat mengaharapkan listrik. Begitu pula terminal di Bulungan yang telah tujuh tahun menganggur, bahkan sudah mengalami kerusakan berat. “Padahal terminal di tanjung selor ini belum terpakai sama sekali sudah rusak berat, terminal ini untuk melayani antar kabupaten/kota dan pada saat didirikannya provinsi Kaltara terminal ini akan difungsikan untuk melayani antar provinsi bahkan antar Negara yaitu antar Indonesia dengan Malaysia, terminal ini jelas sangat penting untuk lalu lintas perbatasan. Dinas Perhubungan harus memperhatikan kondisi ini, †Ungkap Abdul Djalil Fatah.
Sementara di kabupaten Tana Tidung, masalah yang paling berat adalah status lahan yang sangat diperlukan oleh pemerintah setempat, begitu juga masyarakat untuk keperluan masyarakat petani. “Kendalanya adalah lahan perusahaan-perusahaan perkebunan dan tambang lainnya. Diharapkan pihak terkait bisa menyelesaikan batas-batas wilayah yang bermasalah. Sebab banyak lahan yang tumpang tindih khususnya lahan bagi petani,†sebutnya.
Untuk Pembangunan infrastruktur khususnya di Pulau Mandul, yaitu Desa Tana Merah dan Desa Tengku Dacing, kedua desa ini perlu mendapatkan perhatian sebab keberadaan pulau ini sangat strategis. “Kedepan pulau ini diharapkan berperan untuk pelabuhan perikanan terbesar di Kalimantan Utara, sehingga pembangunan desa-desa dipulau ini sangat perlu,†kata Abdul Djalil Fatah.
Untuk Kabupaten Malinau, pembangunan jalan dan jembatan masih sangat diharapkan, ini untuk membantu akses sekaligus pengamanan berbagai asset dan Sumber Daya Alam yang ada di kawasan perbatasan. “Oleh karena itu perlu dibentuk badan dan tim yang terpadu dalam pengamanan berbagai sumber daya alam yang potensional di perbatasan ini, koordinasi yang baik antara pemerintah, pemangku kepentingan dengan kelompok masyarakat sangat perlu,ini demi pengelolaan sumber daya alam sebaik-baiknya,â€jelas dia.
Di Kabupaten Nunukan, pembangunan listrik sangat diharapkan terutama di Desa Mansalong, Desa Sebuku, dan kecamatan baru Lumbis Ogong. Selain itu perusahaan yang berada di tiga kecamatan itu, diharapkan partisipasinya dalam membangun badan jalan yang permanen untuk kemudahan kegiatan aktivitas pertanian dan perkebunan. “perusahaan perlu berpartisipasi dengan merekrut warga setempatdi perusahaan mereka, seperti merekrut pemuda-pemuda setempat bekerja agar dapat turut berperan penting dalam pengembangan perusahaan yang berada diperbatasan ini,†papar Abdul Djalil Fatah.
Tak hanya itu, masih di Kabupaten Nunukan, masalah pencemaran air sungai di Desa Pensiangan, Kecamatan Sembakung juga belum bisa teratasi dan sudah berlangsung lama hampir 70 tahun. “Sungai ini airnya mengalir hingga ke wilayah Malaysia, airnya berpuluh-puluh tahun tidak pernah jernih, sehingga tidak dapat dikonsumsi oleh warga setempat, karena berhubungan langsung dengan Negara tetangga maka pemerintah pusat diminta memperhatikan masalah ini,†paparnya. (Humas DPRD Kaltim/adv/lia/dhi)
Editor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.