Dikatakannya, terkait pembangunan rumah miskin, Kaltim memang perlu memiliki banyak rumah miskin untuk menampung para kaum dhuafa yang saat ini masih banyak telantar di jalan. Tidak hanya yang berada di kota-kota besar, juga di daerah pinggiran.
"Saat ini kita (Kaltim, Red) memang sudah memiliki rumah miskin, tapi volumenya masih sedikit. Nah, dengan program pembangunan murah miskin ini kita harapkan bisa memperbanyak rumah miskin untuk kaum dhuafa di Kaltim," tuturnya.
Permintaan untuk memperbanyak rumah miskin tersebut, kata Leliyanti terkait dengan amanat UUD yang menyebutkan bahwa orang miskin dan anak-anak telantar dipelihara oleh negara. Dari situlah niat untuk terus memperbanyak rumah miskin disampaikan agar program ini dapat terus berlanjut.
"Ini juga merupakan salah satu bentuk kepedulian dan tanggung jawab kita untuk merealisasikan undang-undang tentang pemeliharaan anak telantar maupun fakir miskin oleh negara," katanya.
Terkait program ini, lanjut dia, dewan dalam hal ini akan mendukung penuh dalam segi anggaran. (Humas DPRD kaltim/adv/lin/met)
Editor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.