Sejak zaman bapak (Syaukani) dulu, ini sudah menjadi tradisi di keluarga kami untuk berbagi dengan warga,"Tenggarong (ANTARA Kaltim) - Ribuan warga menghadiri 'Open House' yang dilaksanakan oleh Bupati Kutai Kartanegara, Rita Widyasari pada hari kedua Idul Fitri atau Jumat (9/8) yang berlangsung di Pendopo Odah Etam, Tenggarong.
Usai Maghrib ribuan orang yang ingin bersilaturahmi dengan Rita Wadyasari tampak sudah memadati halaman hingga badan jalan rumah jabatan Bupati Kutai Kartanegara yang berseberangan dengan Masjid Jami Hasanuddin Tenggarong itu.
Puluhan petugas keamanan dari Satpol PP dibantu aparat kepolisian dan TNI terlihat harus bekerja ekstra sebab warga baik orang tua, remaja, anak-anak bahkan sejumlah ibu-ibu juga terlihat menggendong bayinya ikut berdesakan untuk berjabat tangan dengan bupati sambil mendapatkan amplop berisi Rp50 ribu.
Walupun sejumlah wanita dan anak-anak sempat terlihat kelelahan bahkan ada yang sampai pingsan namun secara umum suasana masih terkendali dan tidak ada kejadian serius akibat saling berdesakan di pintu masuk pendopo tersebut.
Pihak Pendopo Odah Etam juga mendatangkan paramedis dan dokter dari RSUD AM Parikesit, untuk menangani warga yang mengalami kelelahan setelah berdesakan.
Layaknya memasuki bilik suara, setiap warga diharuskan mencelupkan jari tangan ke dalam tinta biru sebagai tanda warga yang telah mendapatkan 'amplop' untuk mencegah warga mendapat amplop lebih dari sekali.
'Open House' tersebut berlangsung sejak pukul 20.00 wita hingga berakhir sekitar pukul 24.00 wita.
"Alhamdulillah bisa masuk. Saya kesini mau salaman sekalian ingin merasakan langsung uang dari Bupati. Kapan lagi kalau tidak pas acara ini," ujar seorang pemuda asal Loa Kulu sambil mengancing bajunya yang basah oleh keringat akibat berdesakan di pintu masuk.
Sementara, Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari mengatakan, merasa belum lengkap merayakan lebaran jika belum bersilaturahmi dengan warga.
"Sejak zaman bapak (Syaukani) dulu, ini sudah menjadi tradisi di keluarga kami untuk berbagi dengan warga," ujar Rita Widyasari yang merupakan puteri dari mantan Bupati Kutai Kartanegara Syaukani HR itu.
Rita Widyasari enggan menyebut saat ditanya jumlah uang yang dibagikan kepada masyarakat pada "open house" itu.
"Tidak boleh disebut jumlahnya sebab nanti menimbulkan 'ria' (pamer). Sampai-sampai amplop tidak cukup," ujarnya.
Dia juga meyesalkan dan mengaku merasa sedih sebab ada orang tua yang membawa anak bahkan bayi untuk ikut antri, padahal kegiatan seperti ini bukan pertama kalinya dilakukan, sehingga masyarakat sudah mengetahui kondisinya.
"Saya tak ingin niat baik ini membawa hal yang tak diinginkan sehingga kami siapkan juga petugas kemanan dan dokter untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak dinginkan," terangnya.
Acara tersebut juga dihadiri beberapa kepala instansi, keluarga besar Rita Widyasari. (*)
Pewarta: Hayru AbdiEditor : Amirullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.