Hampir semua lorong kapal, maupun dek tempat barang penuh dengan penumpang dan barang sehingga kami terpaksa tidur diluar. Jika dalam perjalanan hujan, kami pasrah sebab mau bagaimana lagi, yang penting kami bisa berkumpul bersama keluarga di kampung
Samarinda ANTARA Kaltim) - Ribuan pemudik Lebaran 2013 sejak Sabtu (3/8) sore hingga Minggu dini hari mulai memadati Pelabuhan Samarinda.

Pantauan hingga Minggu dini hari pukul 01.30 Wita terlihat pemudik yang umumnya berasal dari pelosok Kaltim itu langsung naik ke atas KM Prince Soya untuk mencari tempat tidur dan menaruh barang bawaannya.

Bahkan, ratusan pemudik yang akan menuju ke kampung halamannya terlihat terpaksa menempati lorong-lorong dan dek barang karena tidak dapat tempat tidur.

"Kami terpaksa tidur di ruang terbuka karena tidak dapat tempat lagi di dalam kapal," ungkap seorang pemudik yang mengaku bekerja di sebuah perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Kutai Timur, Bakri, saat ditemui diatas kapal KM Price Soya, Minggu dini hari.

Bakri yang mengaku juga membawa istri dan dua anaknya, salah satunya masih bayi terpaksa tidur di geladak bagian depan kapal karena tidak mendapat tempat di ruang kelas ekonomi agar bisa pulang berlebaran di kampung halamannya di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan.

"Hampir semua lorong kapal, maupun dek tempat barang penuh dengan penumpang dan barang sehingga kami terpaksa tidur diluar. Jika dalam perjalanan hujan, kami pasrah sebab mau bagaimana lagi, yang penting kami bisa berkumpul bersama keluarga di kampung halaman," ujarnya.

KM Price Soya dijadwalkan akan meninggalkan Pelabuhan Samarinda, menuju Parepare, Sulawesi Selatan pada Minggu pagi sekitar pukul 11.00 Wita.

Bahkan, sebagian pemudik yang ditemui diatas KM Price Soya mengaku belum memiliki tiket namun tetap nekad karena takut tidak mendapat tempat.

"Saya terpaksa nekad naik ke kapal dulu walaupun belum membeli tiket karena takut tidak dapat tempat. Seperti pengalaman tahun sebelumnya, biasanya saya membeli tiket saat kapal mau berlayar," ungkap pemudik asal Kecamatan Sangkulirang, Tini.

Penumpang lainnya, Abdullah mengatakan, walaupun sudah memiliki tiket namun dia tidak mau mengambil resiko ketinggalan kapal, jika datang ke Pelabuhan Samarinda pada Minggu pagi.

Pemudik asal Sebulu itu mengaku, tiba di Pelabuhan Samarinda pada Sabtu sore karena takut tidak mendapat tempat diatas kapal.

"Saya bersama paman dan bibi memang sengaja datang lebih awal, karena takut tidak dapat tempat. Bahkan, jika berangkat dari Sebulu pada Minggu pagi, kemungkinan kami bisa ketinggallan kapal karena perjalanan ke Samarinda ditempuh selama lebih lima jam," kata Bakri.

Sementara, pemilik KM Price Soya, H. Sarapping, ditemui di Pelabuhan Samarinda, Minggu dinihari mengaku, jumlah penumpang pada arus mudik tersebut diperkirakan mencapai hampir 3.000 orang.

"Untuk melayani arus mudik ini, kami tidak akan mengangkut kendaraan, baik roda dua apalagi roda empat. Jadi, kami hanya melayani penumpang dan tidak akan mengangkut kendaraan," ujar H. Sarapping.    (*)

Pewarta: Amirullah
Editor : Amirullah

COPYRIGHT © ANTARA 2026