Samarinda (ANTARA) - Jumlah penumpang arus balik di Terminal Lempake Samarinda, Kalimantan Timur masih tinggi pada H+5 Lebaran atau Kamis (26/3, yakni masih ada ratusan penumpang yang datang dan berangkat ke Kota Bontang dan ke Sangatta, Kabupaten Kutai Timur.
Kemudian, pada Sabtu dan Minggu pekan ini diprediksi jumlah penumpang juga diperkirakan masih tinggi ketimbang hari normal di luar arus mudik maupun arus balik, karena anak-anak yang sekolah maupun yang kuliah akan kembali beraktivitas pada Senin, pekan depan.
"Hari ini jumlah bus yang berangkat dari Terminal Lempaka Samarinda baik tujuan Bontang maupun Sangatta ada 12 unit dengan jumlah total penumpang sebanyak 241 orang," ujar Koordinator Terminal Lempake Samarinda, Suharyanto di Samarinda, Kamis.
Sedangkan jumlah bus yang datang dari Bontang dan Sangatta terdapat 10 unit dengan jumlah penumpang yang turun sebanyak 190 orang.
Jumlah sebanyak ini, lanjut ia, tergolong tinggi jika dibandingkan dengan hari-hari biasa di luar libur Lebaran. Di hari biasa, jumlah bus yang berangkat atau datang antara 6-8 unit.
Ia melanjutkan, pada Rabu kemarin atau H+4 Idul Fitri jumlah penumpang yang berangkat dari Samarinda juga tergolong tinggi, yakni tujuan Bontang dan Sangatta memberangkatkan 11 bus dengan 220 penumpang, sedangkan yang datang dari Bontang dan Sangatta ada 8 bus dengan 160 penumpang.
Ia melanjutkan, pada H+3 atau Selasa, 24 Maret, jumlah penumpang yang balik ke Samarinda ada 120 orang dengan 6 bus. Sedangkan penumpang yang balik ke Bontang dan Sangatta ada 345 orang dengan 15 bus.
Kemudian pada H+2 atau Senin, 23 Maret, jumlah penumpang yang datang ke Samarinda terdapat 180 orang dengan menggunakan 5 bus, sementara penumpang yang berangkat ke Bontang dan Sangatta ada 247 orang dengan 10 unit bus.
Pada H+1 lebaran atau Minggu, 22 Maret, jumlah penumpang yang datang ke Samarinda sebanyak 130 orang dengan menggunakan 5 bus, sementara jumlah penumpang yang berangkat sebanyak 200 orang dengan 10 bus.
"Untuk hari H atau saat Lebaran pada Sabtu, 21 Maret, kami tidak beroperasi sehingga tidak ada pemberangkatan maupun kedatangan penumpang," kata Haryanto.
Pewarta: Novi AbdiEditor : M.Ghofar
COPYRIGHT © ANTARA 2026