emkab sangat menyayangkan karena berdasarkan hasil evaluasi, dana CSR perusahaan alat berat pertambangan yang diberikan kepada masyarakat belum ada,"Sangatta (ANTARA Kaltim) - Bupati Kutai Timur Isran Noor, meminta kontribusi perusahaan alat berat yang menjadi kontraktor pertambangan batu bara untuk menyisihkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) untuk masyarakat setempat.
Isran Noor di Sangatta, Senin, mengatakan, selama ini berdasarkan hasil evaluasi jajaran Pemkab Kutai Timur, belum ada kontribusi dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) kepada masyarakat dari perusahaan kontraktor alat berat.
"Pemkab sangat menyayangkan karena berdasarkan hasil evaluasi, dana CSR perusahaan alat berat pertambangan yang diberikan kepada masyarakat belum ada," kata Isran Noor.
Sejumlah perusahaan dengan skala internasional yang menjadi kontraktor pemasok alat berat di perusahaan pertambangan batubara PT KPC seperti PT Trakindo Utama, PT United Tractors, PT Liebher Indonesia, PT Pama Persada Nusantara, PT Thiess Indonesia dan banyak lagi.
Perusahaan alat berat ini menjadi pemasok alat berat dan kontraktor tambang di perusahaan tambang batubara di PT Kaltim Prima Coal (KPC) Bumi Receurces dan PT Indominco Mandiri/Banpu, PT.Kitading dan lainnya.
Isran meminta dan mengimbau para perusahaan besar itu agar lebih memperhatikan masyarakat sekitar, sebagai kewajiban setiap perusahaan untuk menyisihkan sebagian keuntungannya untuk masyarakat.
Perusahaan tersebut, katanya, harus memberikan bantuan kepada masyarakat melalui program dana CSR, bukan dalam bentuk uang, tapi dalam bentuk program nyata yang dapat dirasakan langsung masyarakat.
"Salah satu program nyata yang bisa dinikmati dan dirasakan masyarakat adalah membangun rumah layak huni, seperti yang digalakkan Pemkab Kutai Timur sejak dua tahun lalu," ujarnya. (*)
Pewarta: Adi SagariaEditor : Amirullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026