Lomba desain batik yang pertama kali terbuka umum umum, dengan harapan agar Kutai Timur memiliki batik khas bernilai tinggiSangatta (ANTARA Kaltim) - Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Kutai Timur bekerja sama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Kutai Timur Kalimantan Timur menggelar lomba desain batik bagi pembatik lokal dalam rangka melestarikan batik khas Indonesia
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Kutai Timur Arief Yulianto, mengatakan, lomba desan batik yang digelar Rabu (12/6), diikuti 37 kelompok dengan jumlah 157 orang pembatik lokal, baik yang masih pemula maupun pembatik yang sudah memiliki keterampilan.
"Lomba desain batik yang pertama kali terbuka umum umum, dengan harapan agar Kutai Timur memiliki batik khas bernilai tinggi," kata Kadis Perindag Arief Yulianto, Kamis.
Menurut Arief Yulianto, seluruh hasil karya desain peserta nantinya akan diakui sebagai milik dan kekayaan daerah dan bangsa Indonesia, tapi hanya akan dipilih lima desain terbaik yang akan dipatenkan oleh pemerintah daerah.
Hak paten pemenang lomba desain batik nantinya sepenuhunya akan difasilitasi dan dibiayai oleh Pemkab Kutai Timur melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutai Timur.
Pemenang pertama lomba desain batik ini akan mendapatkan dana pembinaan sebesar Rp4 juta dan juara kedua Rp3 juta dan juara III Rp2 juta, serta masing-masing akan diberikan hak paten dengan biaya ditanggung Dinas Perindutrian dan Perdagangan.
Selain menggelar lomba desain batik Disperindag- Dekranasda Kutai Timur juga mengadakan lomba kemasan produk makanan ringan dan oleh-oleh/cenderamata khas Kutai Timur.
Wakil Bupati H.Ardiansyah Sulaiman, mengatakan, salah satu dari tujuan diadakannya lomba desain adalah karena salah satu karya bangsa Indonesia yang sangat dibanggakan dan dikenal dunia internasional adalah batik.
Menurut dia, berbagai jenis batik dari daerah lain di Indonesia khususnya di Pulau Jawa sangat dikenal, sehingga nantinya Kutai Timur diharapkan bisa menciptakan sebuah desain khas yang menjadi kebangaan daerah maupun kebanggaan bangsa.
"Batik ini harus dilestarikan dan dipertahankan, tidak boleh lagi diklaim negara lain seperti yang pernah diklaim negara tetangga Malaysia," kata Wabup H.Ardiansyah.
Menurut Wabup Ardiansyah Sulaiman, batik sudah diakui dunia sebagai warisan budaya Indonesia dan sudah mendapat penghargaan World Cultural Heritage (warisan budaya dunia) pada 2 Oktober 2009 lalu dari United Nations Educational Scientific and Cultural Organization (UNESCO).
"Dengan demikian tidak ada alasan bagi kita untuk tidak melestarikannya untuk dinikmati oleh anak dan cucu kita di tahun-tahun mendatang. Kita boleh berganti keturunan, boleh berganti generasi, tetapi kekayaan khazanah bangsa seperti batik harus selalu ada," katanya. (*)
Pewarta: Adi SagariaEditor : Arief Mujayatno
COPYRIGHT © ANTARA 2026