Penajam Paser Utara (ANTARA) - Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) kolaborasi dengan Komunitas Balikpapan Reptil Eksotik (Barekso) menghadirkan pameran reptil dan mamalia eksotis di Nusantara Park IKN, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, selama periode libur panjang.
"Selama periode libur panjang diadakan pameran reptil dan mamalia eksotis pada 16-17 Mei 2026," ujar Juru Bicara Otorita IKN Troy Pantouw di Sepaku, Minggu.
Selama periode libur panjang 14-17 Mei 2026, kata dia, masyarakat memiliki kesempatan mengunjungi kawasan IKN. Untuk itu pihaknya menghadirkan sejumlah kegiatan untuk dinikmati masyarakat yang berkunjung.
Masyarakat umum dapat menikmati suasana kawasan IKN, pemandangan, sajian kuliner, hiburan, hingga berbagai aktivitas edukatif dan lingkungan yang diselenggarakan OIKN selama masa libur panjang tersebut.
Salah satunya, lanjut dia, pameran reptil dan mamalia eksotis, tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga ruang edukasi mengenai keberagaman satwa, serta tanggung jawab merawat hewan peliharaan.
Jenis reptil dan mamalia diperkenalkan kepada pengunjung, termasuk beberapa spesies eksotis dari luar negeri, seperti kura-kura, iguana, Ular Sanca Bola (Ball python), Ular Sawah atau Sanca Batik (Reticulated python), kura-kura daun hingga African Fat-Tailed Gecko (AFT).
Baca juga: Batik khas IKN berpotensi pengembangan lanjutan
"Lebih dari 20 jenis satwa dipamerkan kerja sama dengan komunitas Barekso," kata Troy Pantouw.
Pameran tersebut menjadi salah satu contoh bagaimana ruang publik di IKN tidak hanya menghadirkan destinasi rekreasi, tetapi juga pengalaman belajar yang dekat dengan alam dan satwa bagi masyarakat.
"Sebagian besar pengunjung pengunjung tertarik untuk berinteraksi dengan satwa yang aman untuk dipegang," kata salah satu anggota komunitas Barekso, Bayu,
Pengunjung tertarik dengan ular piton, iguana, dan ular sawah yang aman untuk dipegang, pengunjung mendapatkan pengalaman memegang dan berfoto langsung dengan satwa tersebut.
Banyak masyarakat memiliki pandangan bahwa seluruh reptil adalah hewan berbahaya, padahal melalui pengenalan dan penanganan yang tepat reptil dapat dipelihara dengan aman dan bertanggung jawab.
Reptil juga makhluk hidup yang perlu dirawat dengan baik ketika dipelihara, kata Bayu, masyarakat bisa lebih memahami bahwa tidak semua reptil berbahaya.
Salah satu pengunjung Ubay mengaku sengaja mengajak anak-anaknya datang ke pameran untuk mengenalkan berbagai jenis satwa secara langsung.
Baca juga: Otorita lindungi masyarakat adat IKN secara hukum
Pewarta: Nyaman Bagus PurwaniawanEditor : Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.