"Secara pribadi, melihat tim ini masih sangat muda dan jauh untuk dibebani target besar. Menurut saya, prospek mereka masih sangat panjang dan saya tegaskan target mereka bukan musim ini, tetapi musim depan atau depannya lagi," kata Dimas di Samarinda, Senin.
Dua musim lalu, Persisam Putra yang diarsiteki Aeb Berlian gagal menjadi juara setelah di final ditumbangkan Semen Padang. Selanjutnya pada musim kemarin, untuk kedua kalinya kegagalan kembali terulang di Stadion Kanjuruhan, Malang, dimana pada saat itu Persela U-21 memupus harapan Bayu Gatra dkk. Tim yang dibesuti Ruddy William Keltjes tersebut kalah lewat drama adu penalti.
Menurut Dimas, materi pemain kali ini belum bisa dijagokan karena selain baru dibentuk mayoritas pemain jauh lebih muda dibandingkan musim-musim sebelumnya.
"Kalau dulu selain persiapan yang cukup panjang, mayoritas pemain merupakan rekan satu tim, sehingga mereka cepat untuk beradaptasi satu dengan yang lainnya," jelas Dimas.
Tim Persisam U-21 yang kini dilatih Heriansyah tersebut baru memulai persiapan kurang lebih sebulan dan akan memulai laga Grup IV pada 2 Mei mendatang di Stadion Madya Sempaja.
Dikatakan Dimas, untuk dua musim mendatang beberapa pemain masih masuk dalam hitungan umur yang memungkinkan mereka tampil di level junior. Program seperti ini sudah dijalankan manajemen Persisam Putra sejak musim lalu.
Salah satu bukti disebutkan Dimas yakni meski sudah berstatus pemain senior, namun Imam Qoqo Bayhaqi, Ramadhani, Sandi bahkan Aldaer Makatindu, umurnya masih masuk dalam tim junior.
"Saya hanya ingin pemain tampil semaksimal mungkin di musim ini. Kita lihat saja sampai sejauh mana perjalanan mereka. Kalau akhirnya kembali masuk final jelas satu prestasi bagus bagi mereka, mengingat usia mereka masih sangat muda," tegas Dimas lagi.
Persisam Putra U-21 akan memulai kompetisi pada 2 Mei. Barito Putera adalah lawan perdana mereka, selain Persiba Balikpapan dan Mitra Kukar yang tergabung dalam Grup IV. (*)
Pewarta: ArumantoEditor : Arief Mujayatno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.