Kami akan mengedepankan kesejahteraan masyarakat. Di PPU mayoritas adalah petani dan nelayan, jadi kedua bidang itu harus dikelola dengan baik dan benarPenajam (ANTARA Kaltim) - Pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati dari jalur perseorangan, Imam Raharjo-Isman, menyatakan siap menjadi "panglima dan senopati" memimpin Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.
Imam Raharjo bersama pasangannya, Isman, mendaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten PPU untuk ikut bersaing dalam pemilihan bupati dam wakil bupati Kabupaten PPU 25 April 2013, Minggu.
"Kami datang mendaftar di KPU ini, karena membawa amanat masyarakat. Karena pasangan ini adalah pro rakyat. Kami siap menjadi `panglima dan senopati` untuk membuat perubahan guna kesejahteraan masyarakat. Apalagi program kami adalah program yang betul-betul menyentuh masyarakat. Perjuangan kami untuk masa depan dan kemajuan PPU ke depan," tegasnya.
Imam menyatakan, dirinya dan Isman berkeyakinan bisa memenangkan pemilihan bupati dam wakil bupati mendatang. Apalagi selama ini sudah sering menerima kegalauan dan keinginan masyarakat, yang ingin ada perubahan di daerah PPU.
"Kami berani maju dalam pemilihan bupati dam wakil bupati ini, karena dukungan masyarakat yang kuat ingin adanya suatu perubahan," ujarnya.
Menurut Imam, kebutuhan masyarakat di wilayah PPU harus dapat diketahui secara pasti untuk dapat mensejahterakan masyarakat. Selain dari pendidikan dan kesehatan, peningkatan ekonomi masyarakat juga sangat penting terpenuhi.
"Kami akan mengedepankan kesejahteraan masyarakat. Di PPU mayoritas adalah petani dan nelayan, jadi kedua bidang itu harus dikelola dengan baik dan benar sehingga ekonomi masyarakat dapat ditingkatkan," jelasnya.
Imam menambahkan, keinginan untuk maju dalam pemilihan bupati dan wakil bupati, karena mendapat dukungan dari masyarakat.
"Karena untuk maju jalur perseorangan, maka harus mendapat dukungan masyarakat. Saya maju karena dukungan dan dorongan masyarakat," ucapnya.
Pasangan yang mengenakan pakaian adat Jawa-Banjar ini, diantar ratusan pendukungnya dengan menggunakan sepeda motor langsung diterima Ketua KPU Kabupaten PPU, Andi Arfin serta keempat anggota KPU lainnya.
Sementara itu, dalam pemeriksaan berkas yang dilaksanakan Ketua Kelompok Kerja (Pokja) pendaftaran, Hatta, sejumlah berkas pendaftaran belum dilengkapi. Seperti surat keterangan kesehatan, surat keterangan tempat tinggal, foto serta rekening khusus juga belum dilampirkan.
"Termasuk nama-nama tim sukses juga belum ada. Kekurangan berkas ini, sama juga dengan bakal calon wakil bupati. Tapi kami tetap memberikan kesempatan untuk melengkapi berkas," katanya.
Ketua KPU PPU, Andi Arfin menyatakan, KPU akan melakukan pemeriksaan berkas 22-28 Januari 2013. Bila masih ada kekurangan dalam pendaftaran, maka masih diberikan kesempatan untuk melengkapi.
"Jangan sampai nanti ada yang kurang seperti yang diisyaratkan KPU. Mudah-mudahan nanti semua kekurangan berkas ini bisa dilengkapi," ucapnya.
Selain itu, setelah dilakukan tahapan pendaftaran dan pemeriksaan berkas, maka KPU akan menjadwalkan untuk pemeriksaan kesehatan bagi para pasangan bakal calon bupati dan bakal calon wakil bupati.
"Pemeriksaan kesehatan bakal calon nantinya difasilitasi KPU, dengan menunjuk salah satu rumah sakit," ujarnya. (*)
Pewarta: Bagus PurwaEditor : Arief Mujayatno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.