Penajam (ANTARA Kaltim) - Rumah dan toko kelontongan milik Murdianto di RT 23, Kelurahan Waru, Kecamatan Waru, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kaltim, Kamis (10/1) siang hangus terbakar.

Kebakaran diduga diakibatkan terjadinya arus pendek atau korsleting listrik.

Kebakaran tersebut, berawal di rumah Murdianto di bagian belakang toko kelontongan miliknya. Api yang terus membesar akhirnya menjalar di toko klontongan miliknya yang berada di pinggir jalan.

Toko yang berlantai dua itu terbakar, termasuk barang-barang sembako miliknya. Meski api tak meratakan bangunan dengan tanah, namun isi bangunan sudah terbakar.

Salah seorang saksi, Suroto mengungkapkan, sebelumnya terjadi pemadaman listrik di wilayah Waru. Setelah listrik menyala terdengar bunyi letupan kecil di rumah Murdianto dan kemudian terlihat percikan api yang menjalar di dinding rumah kayu tersebut.

"Saat listrik nyala, saya dengar suara letupan terus ada percikan api yang langsung membesar merambat di dinding dan membakar rumahnya, hingga menjalar ke toko tersebut," ujarnya.

Saksi lainnya, Fahmi, membenarkan, dia pertama kali melihat api muncul di rumah bagian belakang. Tak lama kemudian, api terus membesar dan akhirnya menjalar ke bangunan yang dijadikan toko. Apalagi posisi toko itu lebih tinggi dari rumah yang terbakar.

"Tadi apinya tiba-tiba saja membesar. Awal api itu di rumah bagian belakang, dan terus menjalar di toko bagian depan," katanya.

Kapolsek Waru, AKP Juhari, saat berada di lokasi kejadian mengungkapkan, dugaan sementara kebakaran ini dipicu karena korsleting listrik.

Untuk mengetahui penyebab pastinya, kata Juhari, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pihak Polres PPU guna menyelidiki penyebab kebakaran tersebut. Pihaknya juga belum bisa memintai keterangan korban, karena dia masih shock.

"Tidak ada korban jiwa, tapi kerugian ditaksir ratusan juta karena semua barang tidak ada yang bisa diselamatkan," ujarnya.

Sementara Murdianto hanya pasrah melihat rumah dan tokonya habis dilahap api. Ia hanya duduk di pintu masuk rumah anaknya persis di depan toko miliknya. Sejumlah kerabat dan tetangganya berusaha menenangkan.

Namun, saat akan dimintai keterangan, Murdianto belum bersedia. "Bapak masih shock," ucap kerabatnya.

Saat terjadi kebakaran tersebut, sejumlah mobil kebakaran langsung mendatangi lokasi untuk memadamkan api.

Kebakaran itu sempat memacetkan arus lalu lintas dari arah Babulu maupun sebaliknya.

Puluhan warga masyarakat dibantu anggota Koramil Waru dan Polsek Waru, terus berusaha memadamkan api. Selain dibantu pemadam kebakaran, warga juga melakukan pemadaman dengan menggunakan ember.

Sementara itu, sejumlah pemilik toko yang berada di samping toko yang terbakar tersebut, berusaha mengeluarkan isi toko mereka, termasuk toko sepatu dan sandal. Namun, api tidak menjalar ke toko lainnya, karena api cepat bisa dipadamkan. (*)

Pewarta: Bagus Purwa
Editor : Rahmad

COPYRIGHT © ANTARA 2026