Hal lain yang perlu pembenahan adalah fasilitas keamanan hanya berupa bangunan pos jaga, termasuk belum tersedianya bangunan untuk Kesatuan Pelaksana Pengamanan Pelabuhan (KP3).Samarinda (ANTARA Kaltim) - Kepala Bidang Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Timur Murjani mengatakan penyeberangan feri Kariangau di Balikpapan, Kaltim, masih perlu pembenahan di sejumlah sektor.
"Seperti harus dibangun pagar area pelabuhan, kios belum permanen, pos keamanan masih minim, dan air bersih yang belum terkoneksi baik," ujarnya di Samarinda, Selasa.
Menurut dia, penyeberangan feri Karingau merupakan salah satu komponen vital untuk melayani transportasi jarak dekat maupun jarak jauh antarpulau.
Pelabuhan tersebut, kata Murjani, sangat vital karena dalam jarak pendek dibutuhkan untuk penyeberangan kendaraan, orang, dan barang dari Balikpapan ke Penajam.
Selanjutnya dari Penajam, kendaraan dapat melanjutkan perjalanan ke Paser hingga Kalimantan Selatan dan sekitarnya.
Sementara untuk kebutuhan jarak jauh, lanjut dia, pelabuhan feri tersebut digunakan untuk melayani transportasi laut mulai Balikpapan-Mamuju dan Balikpapan-Palu di Pulau Sulawesi atau sebaliknya.
Sedangkan pembenahan fisik yang perlu dilakukan saat ini adalah belum ada pagar pembatas di sekeliling area pelabuhan, sehingga batas tanah tidak jelas dan keamanan daerah kerja pelabuhan kurang terjaga. Untuk itu pagar perlu segera dibuat.
Masalah lainnya adalah bangunan kios yang ada tidak permanen. Posisi kios juga berdekatan dengan area penyeberangan.
Kondisi ini mengakibatkan pelabuhan menjadi kumuh dan tidak rapi. Sedangkan kios yang dekat dengan penyeberangan mengakibatkan pada terganggunya keamanan, kenyamanan, dan keselamatan pelabuhan kurang terjamin. Solusinya adalah perlu merelokasi kios ke tempat yang aman dan membangun yang permanen.
Hal lain yang perlu pembenahan adalah fasilitas keamanan hanya berupa bangunan pos jaga, termasuk belum tersedianya bangunan untuk Kesatuan Pelaksana Pengamanan Pelabuhan (KP3).
Untuk keamanan pelabuhan dilaksanakan oleh Kepolisian Sektor Balikpapan Utara, yakni dengan menempatkan satu anggota pada pos jaga tersebut, sehingga dirasa keamanannya kurang terlayani dengan baik.
Di sisi lain, keberadaan pos jaga dirasa kurang memadai karena kondisi pelabuhan yang semakin ramai. Untuk itu perlu membangun Kantor KP3.
Selain itu, kata dia, fasilitas rumah dinas petugas pelabuhan mengalami kerusakan berat akibat tanah longsor. Hal lainnya adalah tidak tersedianya fasilitas air bersih di rumah dinas itu.
Rumah dinas tersebut diperuntukkan bagi Kepala Pelabuhan Penyeberangan Karingau dan stafnya, namun karena kondisi rumah yang tidak layak sehingga bangunan itu terbengkalai dan tidak dapat dihuni.
"Permasalahan lainnya adalah sistem distribusi air bersih di pelabuhan itu tidak terkoneksi baik, akibatnya adalah penggunaan air bersih oleh mitra baik operator kapal feri maupun para pedagang dan lainnya tidak dapat dikontrol," kata Murjani. (*)
Pewarta: M GhofarEditor : Arief Mujayatno
COPYRIGHT © ANTARA 2026