"Persiapan yang harus dilakukan Dinas Pendidikan Kaltim dalam menghadapi perubahan kurikulum mulai jenjang TK hingga SLTA, di antaranya dengan menyiapkan para guru agar memiliki sumber daya memadai," ujar Nanang Rijono di Samarinda, Senin.
Nanang yang juga Wakil Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kaltim ini melanjutkan, persiapan yang harus dilakukan adalah melakukan pelatihan kepada guru secara bertahap karena Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) juga akan dilakukan secara bertahap yang dimulai pada 2013.
Dia juga berharap agar Dinas Pendidikan Kaltim memiliki cukup banyak uang untuk melakukan pelatihan kepada guru terkait perubahan KTSP, pasalnya yang akan dilatih bukan sedikit guru, namun jumlahnya mencapai ribuan orang.
Pelatihan juga dimintanya melibatkan tim perumus KTSP, terutama di tingkat pemerintah pusat sebagai nara sumber utama, tanpa nara sumber utama, dinilainya pelatihan tidak akan efektif.
Saat ini, lanjutnya, Kementerian Pendidikan memang belum memastikan tentang perubahan mendasar KTSP tersebut karena hingga kini masih dalam tahap uji publik. Namun diyakini pemberlakuan perubahan KTSP akan dimulai pada Juli 2013.
Menurutnya, KTSP diubah karena disesuaikan dengan aspirasi pengamat pendidikan dan masyarakat umum, yakni KTSP yang sekarang diberlakukan tidak sesuai dengan perkembangan zaman karena dibuat pada 2006 atau sudah enam tahun yang lalu.
Sedangkan KTSP yang baru atau yang segera diberlakukan pada Juli 2013, akan ada pengurangan mata pelajaran terutama bagi siswa SD, yakni yang sebelumnya siswa SD terdapat 10 hingga 11 mata pelajaran, maka dalam KTSP yang baru hanya ada sekitar enam atau tujuh mata pelajaran.
Meskipun mata pelajarannya dikurangi, lanjut dia, namun jam belajarnya tidak akan berkurang, bahkan jika perlu ditambah. Hal ini dilakukan agar para siswa mendapat pengulangan mata pelajaran yang sama sehingga bisa memperkuat daya ingatnya.
KTSP yang akan diberlakukan mulai Juli 2013 bukan langsung semua kelas mengalami perubahan, namun pada tahun pertama akan diberlakukan untuk siswa kelas 1 dan kelas 4 di tingkat SD dan yang sederajat.
Sedangkan untuk jenjang SMP dan SMA serta yang sederajat, pemberlakuan KTSP baru akan dimulai pada kelas 1, pada Juli 2014 untuk kelas 2, dan pada Juli 2015 untuk kelas tiga, atau pada 2015 semua kelas sudah memegang KTSP baru.
"Sebelum masuk KTSP yang dimulai pada Juli, maka Dinas Pendidikan Kaltim dan masing-masing kabupaten serta kota di Kaltim, memiliki waktu enam bulan sejak Januari untuk melakukan pelatihan kepada para guru dalam menghadapi KTSP baru," ujar Nanang.
Pewarta: M. Ghofar: Amirullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.