Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Balikpapan mendeteksi sebanyak 26 titik panas tersebar di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), sehingga pihak terkait diimbau melakukan penanganan.
 
"Sebanyak 26 titik panas tersebut terpantau sepanjang Kamis (28/3) mulai pukul 01:00 hingga 24.00 Wita ," ujar Koordinator Bidang Data dan Informasi Stasiun Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Balikpapan Diyan Novrida di Balikpapan, Jumat.
 
Sebaran titik panas itu telah disampaikan ke pihak terkait, seperti ke Manggala Agni, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Penyelamatan dan Pemadaman Kebakaran baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota agar dapat dilakukan tindakan lebih lanjut.
 
Ia  mengatakan bahwa jumlah 26 titik panas ini mengalami peningkatan ketimbang hari sebelumnya Rabu (27/3) yang terpantau sembilan titik dan tersebar di dua kabupaten yakni di Kutai Timur ada tujuh dan di Kutai Kartanegara terpantau dua titik.
 
Sedangkan 26 titik panas yang terpantau pada Kamis, semuanya berada di Kabupaten Kutai Timur dengan tingkat kepercayaan menengah, yakni di Kecamatan Sangatta Utara (4 titik), Bengalon (20), dan Kecamatan Kaubun (2) titik.
 
Mengingat jumlah titik panas mengalami peningkatan, maka ia mengimbau semua pihak selalu waspada dan saling mengingatkan untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), seperti tidak melakukan pembakaran saat mengelola lahan.
 
"Kewaspadaan perlu dilakukan karena sejumlah kawasan masih mengalami cuaca panas dalam beberapa hari berturut-turut, sehingga dapat menyebabkan ranting dan daun mengering yang rawan terjadi karhutla saat terkena percikan bara, apalagi api," kata Diyan.
 
Ia menjelaskan titik panas merupakan daerah yang memiliki suhu permukaan relatif lebih tinggi dibandingkan daerah di sekitarnya, yakni berdasarkan ambang batas suhu tertentu yang terpantau oleh satelit penginderaan jauh.
 

Pewarta: M.Ghofar

Editor : Rahmad


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2024