Kasus demam berdarah dengue (DBD) dalam dua bulan terakhir yang ditangani Rumah Sakit Umum Daerah ( RSUD) Panglima Sebaya Tanah Grogot Kabupaten Paser mencapai 259 kasus,  empat pasien diantaranya meninggal dunia. 

"Pada Desember lalu ada 139 kasus, 4 diantaranya meninggal dunia. Sedangkan pada Januari 2024  sudah ada 120 kasus DBD, " kata Humas RSUD Panglima Sebaya, dr Achmad Hadiwijaya, di Tanah Grogot, Kamis (25/1). 

Dia mengatakan terjadinya lonjakan kasus DBD pada awal tahun 2024 tergolong tinggi dibandingkan tahun- tahun sebelumnya. 

"Kasus tahun ini mirip dengan kasus DBD pada tahun 2016, " katanya.

Hadiwijaya menjelaskan sebagian besar pasien DBD yang dirawat di RSUD Panglima Sebaya adalah anak-anak. Akibat terjadi lonjakan pasien DBD, sehingga ruangan perawatan anak di rumah sakit mengalami over kapasitas. 

"Normalnya satu ruangan diisi 28 orang, sekarang dipadatkan menjadi 42 orang. Langkah ini kami lakukan dengan tetap mematuhi standar layanan dan tenaga medis," katanya.

Pihak rumah sakit juga selain memadatkan pasien, kata dia, pihaknya  juga memfungsikan satu ruangan baru pasca direnovasi untuk mengatasi persoalan ini.

Dia menegaskan, RSUD Panglima Sebaya tidak pernah menolak pasien meski terkendala jumlah ruangan.Semua pasien diterima, tidak ada yang ditolak. Meski demikian tetap dilakukan evaluasi mana yang harus segera dilayani yang sifatnya darurat, dan mana yang bisa ditangani dengan rawat jalan.

Hadiwijaya menuturkan tingginya intensitas hujan membuat banyaknya genangan air sebagai sarang nyamuk Aedes aegypti di lingkungan masyarakat.

“Anak-anak rentan terkena DBD karena efek berat dari virusnya. Orangtua diharap waspada dan jangan lengah,” ucapnya.

Ia mengimbau jika anak mengalami demam lebih dari empat hari, maka segera memeriksakan anak. Selain itu juga perlunya gerakan masyarakat dalam menjaga lingkungan dan memastikan kesehatan dengan asupan gizi yang cukup dan beristirahat.
 

Pewarta: R. Wartono

Editor : Rahmad


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2024