Samarinda (ANTARA Kaltim)  - Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Timur menambah dua unit dermaga sandar feri di Pelabuhan Penyeberangan Karingau dan Penajam sehingga ke depan tidak ada lagi antrean panjang seperti yang terjadi selama ini ketika mendekati hari-hari besar.

"Selama ini di Pelabuhan Feri Karingau dan Penajam masing-masing hanya ada satu dermaga sandar, makanya kami sudah bangun dua dermaga sandar, yakni satu di Karingau dan satu lagi di Penajam," kata Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kaltim H Zairin Zain di Samarinda, Rabu.

Terbatasnya jumlah dermaga sandar di tiap pelabuhan yang hanya satu tempat itu mengakibatkan sering terjadinya antrean panjang, sehingga banyak kendaraan roda empat maupun lebih yang terpaksa menunggu hingga berjam-jam untuk menunggu giliran naik ke kapal feri.

Bahkan ketika mendekati hari-hari besar seperti Idul Fitri, Idul Adha, Natal, dan tahun baru, antrean kendaraan semakin panjang hingga menumpuk di pinggir jalan raya.

Zairin yang didampingi Murjani, Kepala Bidang Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) ini melanjutkan, apabila dermaga sandar yang baru tersebut sudah dioperasikan, maka ke depan tidak ada lagi antrean panjang.

Saat ini, katanya, pembangunan dua dermaga sandar itu hampir rampung dan dijadwalkan pada Juni 2013 sudah dapat diresmikan operasionalnya.

Jika dermaga sandar itu sudah resmi dioperasikan, maka di Pelabuhan Penyeberangan Feri Kariangau, Balikpapan akan terdapat dua unit pelabuhan sandar.

Begitu pula di Pelabuhan Penyeberangan Penajam di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) juga akan terdapat dua unit dermaga sandar.

Dia juga mengatakan bahwa kapal feri yang berfungsi untuk menyeberangkan jalur Karingau-Penajam itu terdapat 10 unit Kapal Morot (KM) yang mampu menampung antara 20 hingga 30 kendaraan roda empat, truk, dan bus.

Dari 10 KM itu, pada hari-hari biasa diterapkan sistem 8:2, yakni delapan KM dioperasikan untuk melayani penyeberangan, sementara dua KM lainnya siaga di pelabuhan untuk bersiaga.

Tetapi di hari-hari tertentu atau hari libur nasional yang biasanya banyak kendaraan yang akan menyeberang, maka ke 10 KM tersebut akan dioperasikan semua.

Ke depan, katanya lagi, apabila masing-masing pelabuhan sudah memiliki dua unit dermaga sandar, maka kemungkinan sistem penerapan KM yang siap melayani akan berubah, tetapi perubahan itu akan menysuaikan, bisa dengan pola 8:2 atau semuanya dikerahkan saat jam sibuk. (*)

Pewarta: M Ghofar

Editor : Arief Mujayatno


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2013