Video musik animasi garapan para siswa SMK Raden Umar Said (RUS) Kudus berjudul "Sabda Alam" diputar di Balinale International Film Festival mendapat apresiasi masyarakat.

Animasi "Sabda Alam" tidak hanya berhasil mencuri perhatian pengunjung Balinale dalam negeri, namun juga penikmat film mancanegara," kata seorang jurnalis film asal Perancis, Renee Thorpe di Kuta Bali, Senin.

“Karya ini sangat menarik dari segi animasi maupun tema cerita yang diangkat. Pesan tersirat yang ingin disampaikan terwakili oleh berbagai elemen, mulai dari musik, lirik, dan gambar yang menjadi kesatuan yang utuh,” ujar Renee usai menyaksikan film "Sabda Alam".

Ia mengatakan karya para siswa SMK RUS Kudus dibawah binaan Djarum Foundation sangat luar biasa dan dapat membangkitkan ekonomi kreatif di Indonesia. Akan baik jika ada pertukaran pelajar dari SMK RUS dengan siswa di sekolah Perancis agar menambah "insight skill". Ini adalah awal yang menarik untuk mereka berkarya di industri animasi.

Sementara itu, senias senior Garin Nugroho juga terpukau akan kualitas video musik animasi "Sabda Alam". Pihaknya berdecak kagum dan mengapresiasi para pelajar yang masih duduk di bangku SMK mampu menghasilkan karya seperti garapan industri kelas dunia.

"Saya sudah lihat beberapa karya hasil SMK RUS. Animasi 'Sabda Alam' ini luar biasa sekali untuk sekelas anak-anak SMK membuat animasi sebagus ini," ujarnya.

Eko Prastiyo selaku kompositor "Sabda Alam" mengungkapkan rasa bangga karena karya dirinya dan kawan-kawannya mendapat respon positif dari berbagai kalangan.

Ia mengakui bahwa projek tersebut menjadi portofolio yang sangat bernilai dan memudahkannya untuk melebarkan sayap berkarier di industri animasi yang lebih luas. Pasca lulus dari SMK RUS Kudus, kini Eko bekerja sebagai kompositor di studio produksi animasi Brown Bag Films Bali.

"Keterlibatan saya sebagai kompositor di 'Sabda Alam' sangat berpengaruh untuk portofolio di dunia kerja. Berkat karya tersebut, mempermudah saya ketika melamar kerja dan menjadi nilai plus di mata HRD. Selain itu, berbagai pengalaman ketika masih menjadi siswa SMK RUS juga menjadi bekal saya, mulai dari mental, problem solving, dan team leader," ucap Eko.

Film animasi "Sabda Alam" lahir dari keprihatinan para siswa SMK RUS terhadap burung-burung endemik di Indonesia seperti Jalak Bali dan Ekek Geling Jawa, yang keberadaannya makin terancam punah. Sama halnya dengan Kakatua Kecil Jambul Kuning dan Rangkong Gading, burung-burung ini masuk status kritis (critically endangered) berdasarkan daftar merah jenis terancam punah dari Badan Konservasi Dunia (IUCN Red List).

Video musik animasi ini diiringi lagu "Sabda Alam" ciptaan almarhum Chrisye dan Junaedi Salat yang diaransemen kembali oleh Tohpati. Semakin menarik, SMK Raden Umar Said juga berkolaborasi dengan sederet penyanyi bersuara emas kebanggaan Tanah Air, untuk melengkapi keindahan visual yang disuguhkan. Mereka adalah Eva Celia, Fadly Padi, Mario Ginanjar, Mytha Lestari dan Leisha Kaligis yang mengisi karakter suara burung-burung di video tersebut.

Sejak diunggah pada 12 September 2021 di kanal Youtube RUS Animation Studio, video berdurasi 4 menit 32 detik telah disaksikan lebih dari tiga juta penonton. Tidak hanya karena kualitas animasinya yang berkaliber internasional, "Sabda Alam" juga memiliki cerita dan makna yang disampaikan untuk mengajak masyarakat untuk turut melestarikan ekosistem alam.

Saksikan video musik "Sabda Alam" di https://youtu.be/Qe-KY0OmzEE untuk mengapresiasi karya anak SMK Raden Umar Said Kudus.

Pewarta: I Komang Suparta

Editor : Gunawan Wibisono


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2021