Tana Paser (ANTARA Kaltim) - Bupati Paser HM Ridwan Suwidi mengajak semua kalangan pengusaha maupun masyarakat berkemampuan ekonomi baik agar memanfaatkan bahan bakar minyak (BBM) non subsidi, sehingga BBM bersubsidi bisa dirasakan masyarakat yang lebih membutuhkan.

"Kelangkaan dan distribusi BBM adalah masalah serius yang  dihadapi masyarakat saat ini. Kondisi ini memicu penyelewengan BBM bersubsidi di tingkat penyalur maupun pengecer," kata Ridwan Suwidi dalam sambutannya yang dibacakan Sekretaris Daerah, Helmy Lathyf, pada pemasangan stiker BBM Non Subsidi di Paser, Kamis.

Kenaikan harga BBM dalam beberapa tahun terakhir, lanjut Ridwan Suwidi makin menyadarkan masyarakat untuk menggunakan BBM secara bijak dan efisien.

Namun Ridwan Suwidi mengaku prihatin dengan adanya pihak-pihak yang memanfaatkan kondisi langkanya BBM untuk mencari keuntungan pribadi.

"Penggunaan BBM secara berlebihan, maupun tindakan menimbun BBM sangat merugikan masyarakat dan berdampak pada perekonomian. Akibatnya harga kebutuhan pokok terus merangkak naik," ujarnya.

Pemasangan stiker BBM non subsidi pada kendaraan angkutan industri itu kata Ridwan Suwidi, merupakan salah satu upaya kampanye pemerintah dalam melakukan pengendalian pemakaian BBM bersubsidi.

Pemasangan Stiker BBM non subsidi itu juga dihadiri perwakilan dari perusahaan perkebunan dan perusahaan tambang serta para pejabat di lingkp Pemda Paser.

Pada acara itu, Sekda Helmy Lathyf berkesempatan memasang stiker BBM non subsidi pada unit angkutan milik PT Borneo Indah Marjaya di halaman kantor Bupati Paser.  (*)

Pewarta: R. Wartono

Editor : Arief Mujayatno


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2013