Selasa, 22 Agustus 2017

Atlet Samarinda Keluhkan Tidak Adanya Dana Pembinaan

id gulat, samarinda, pembinaan, t Riandi Febrico, usuf,koni
Atlet Samarinda Keluhkan Tidak Adanya Dana Pembinaan
Ilustrasi -- Pertandingan gulat. (ANTARA FOTO)
Samarinda (ANTARA Kaltim) - Para pegulat Kota Samarinda, Kalimantan Timur, mulai mengeluhkan tidak adanya kucuran dana bantuan dari pemerintah kota maupun KONI setempat selama satu tahun terakhir untuk menunjang program latihan dan pembinaan.

Salah satu pegulat Riandi Febrico saat ditemui di Samarinda, Jumat, menuturkan, sejak 2016 para atlet yang akan mengikuti kejuaraan daerah harus mengeluarkan dana pribadi, mulai dari persiapan hingga saat pertandingan.

"Tahun 2017 kami juga bernasib sama, seperti saat ini kami melaksanakan kejurda tapi dananya dari pribadi masing-masing atlet," kata mantan peraih medali emas PON 2012 itu.

Pelatih gulat Samarinda Rohandi Yusuf mengakui bahwa pada kejurda kali ini anak asuhnya harus mengeluarkan uang sendiri untuk persiapan bertanding.

  "Sudah tiga kali kejurda kami tidak pernah mendapatkan bantuan dana dari pemkot maupun KONI, sejak 2016 lalu," jelas Usuf, sapaan akrabnya.

Upaya untuk meminta bantuan dana kepada Pengkot Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Samarinda dengan menghubungi salah satu pengurus juga sudah dilakukan, namun upaya tersebut tak membuahkan hasil.

Padahal, selama ini gulat Samarinda selalu menjadi barometer pembinaan dan prestasi gulat di Kaltim. Bahkan, gulat juga menjadi cabang olahraga andalan Kaltim di PON dan Samarinda selalu menyumbangkan atlet terbanyak.

"Anak-anak sekarang dalam kondisi telantar, padahal kejuaraan ini penting karena untuk yang senior sekaligus sebagai ajang pra-Porprov," tandasnya.

Secara terpisah, Ketua KONI Kota Samarinda Ade Sukma Yudhi mengatakan kondisi yang dialami atlet gulat juga dirasakan atlet Samarinda pads cabang olahraga lainnya yang sudah mengikuti pra-Porprov.

"Atlet terpaksa menggunakan dana pribadi karena KONI belum bisa membantu pendanaan. Keuangan KONI Samarinda mengalami keterbatasan imbas defisit anggaran yang dialami Pemkot Samarinda. Saat ini saya bersama pengurus sedang roadshow untuk mendapatkan dukungan anggaran pada APBD Perubahan 2017," jelas Ade.

Menurut ia, Pemkot Samarinda wajib mengalokasikan anggaran untuk KONI Samarinda, karena atlet Kota Tepian akan menghadapi Porprov 2018 di Kutai Timur.

"Ini demi atlet-atlet Samarinda di porprov nanti," tegasnya. (*)

Editor: Rahmad

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.0435 seconds memory usage: 0.35 MB