Rabu, 20 September 2017

BMKG Ingatkan Warga Waspadai Pasang Sungai Mahakam

id bmkg temindung samarinda, sutrisno, air pasang, sungai mahakam, banjir
BMKG Ingatkan Warga Waspadai Pasang Sungai Mahakam
Pengendara sepeda motor melintasi genangan air (banjir) di Jalan Gelatik Samarinda(Dok ANTARA Kaltim)
Samarinda (ANTARA Kaltim) -  Kepala Stasiun Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Temindung Samarinda, Kalimantan Timur, Sutrisno mengingatkan warga di daerah itu kemungkinan terjadinya air pasang Sungai Mahakam setinggi dua meter tiga hari ke depan.

"Kami mengingatkan warga agar mewaspadai kemungkinan genangan air yang merendam sejumlah kawasan di Kota Samarinda akan semakin tinggi menyusul terjadinya pasang Sungai Mahakam dalam beberapa hari ke depan. Pasang dengan ketinggian mencapai dua meter diperkirakan berlangsung tiga hari ke depan," terang Sutrisno.

Ia menyatakan pasang Sungai Mahakam beberapa hari sebelumnya tidak terlalu signifikan sebagai penyebab banjir di Kota Samarida.

"Pasang Sungai Mahakam beberapa hari sebelumnya tidak terlalu signifikan hanya sekitar satu hingga 1,2 meter. Namun, pasang tertinggi diprediksi akan terjadi tiga hari ke depan hingga mencapai dua meter," ujar Sutrisno.

Genangan air yang melanda sebagian wilayah di Kota Samarinda, katanya, disebabkan terjadinya hujan secara terus menerus mulai 1-6 April 2017.

"Kami mengumpulkan curah hujan mulai 1-6 April 2017 di berbagai wilayah Kota Samarinda diantaranya, kawasan Bandara Temindung, Lampake, Sungai Kunjang dan Lubuk Sawah, curah hujannya bersifat ringan sampai lebat, dan tidak ekstrem," ucapnya.

"Jadi meskipun kriterianya ringan sampai lebat, hujan yang melanda wilayah Kota Samarinda berlangsung terus menerus dan bukan hujan ekstrem," tuturnya.

Ia mengingatkan warga agar tetap mewaspadai kemungkinan terjadinya hujan dengan intensitas tinggi karena wilayah Kaltim umumnya dan Kota Samarinda khususnya saat ini masih masuk musim hujan.

BMKG memprediksi musim kemarau di Kaltim dan Kota Samarinda akan berlangsung pada Juni dan Juli 2017.

"Jadi, potensi curah hujan dengan kriteria sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi sebab wilayah Kaltim umumnya dan Samarinda khususnya maish mausk musim penghujan dan musim kemarau diperkirakan baru akan berlangsung pada sebagain Juni atau Juli 2017," tutur Sutrisno.

Dari pantauan meskipun sudah mulai surut hingga Sabtu sore sejumlah kawasan di wilayah Kota Samarinda masih terendam banjir. (*)

Editor: Rahmad

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.0132 seconds memory usage: 0.41 MB