Ngulur Naga dan Belimbur

  • Minggu, 7 Juli 2013 16:43

Kota Tenggarong menjadi arena perang air (Belimbur) yang menandai penutupan Pesta Adat dan Budaya Erau Pelas Benua Etam 2013. (Hayru Abdi/ANTARA Kaltim)

Disriam Tak Marah: Tampak Bupati Kukar Rita Widyasari berserta Suami dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kukar tersenyum sumringah saat disiram warga kala melintasi jalan raya menuju pendopo. Hayru Abdi/ANTARA Kaltim)

Tampak Bupati Kukar Rita Widyasari berserta suami dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kukar tersenyum sumringah saat disiram warga kala melintasi jalan raya menuju pendopo. Bupati juga menyiramkan air kepada Kadisbudpar Kaltim HM Aswin yang hanya tersenyum menerima siraman air. (Hayru Abdi/ANTARA Kaltim)

Bupati Kukar Rita Widyasari mendapatkan siraman pertama kali dari Sultan HAM Salehuddin II yang menandai dimulainya Belimbur (saling siram air), Minggu (7/7). (Hayru Abdi/ANTARA Kaltim)

Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura HAM Salehuddin II, sesudah memercikkan air tuli ke dirinya sendiri lalu memercikkan keorang sekelilingnya tanda dimulainya Belimbur (saling siram air), Minggu (7/7) pagi. (Hayru Abdi/ANTARA Kaltim)

Dua replika Naga saat dibawa ke dermaga untuk dinaikkan ke kapal menuju Kutai Lama untuk dilarung, Minggu (7/7) pagi. Pada saat yang bersamaan, Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura HAM Salehuddin II melakukan ritual Beumban dan Begorok. Prosesi Ngulur Naga di beranda Keraton atau Museum Mulawarman, Tenggarong Kutai Kartanegara (Kukar), yang dilanjutkan dengan Belimbur (saling siram air), menandai berakhirnya Pesta Adat dan Budaya Erau Pelas Benua Etam 2013. (Hayru Abdi/ANTARA Kaltim)

Berita Terkait