"Warga terpaksa menutup jalan itu karena kecewa, karena hingga sekarang jalan itu belum diaspal juga. Karena tak beraspal, kondisi jalan yang hanya perkerasan begitu sangat berdebu yang mengakibatkan warga di sini sakit," kata Syarifuddin, warga di Penajam, Senin.
Sesuai janji kontraktor kata warga tersebut, dalam waktu satu pekan jalan akan diaspal, namun sampai sekarang belum juga dilakukan, sementara itu, debu yang berterbangan sangat mengganggu warga.
"Jalan memang ditutup warga, tapi warga masih memberikan kesempatan kendaraan untuk melewati jalan itu. Tapi yang bisa lewat satu persatu kendaraan, ini agar tidak berdebu," ujar Syarifuddin.
Warga Desa Labangka pada Rabu (12/9) dua pekan lalu, mengancam akan menutup jalan, jika jalan tidak segera diaspal. Pihak kontraktor berjanji dalam sepekan akan dilakukan pengaspalan.
Namun, kontraktor hanya menyiram jalan dengan ter atau aspal cair, dan tidak kunjung diaspal. Sehingga sekarang jalan mulai berdebu kembali.
Sementara itu, Kepala Seksi Jalan dan Jembatan, Dinas Pekerjaan Umum Kaltim Wilayah Selatan, Joniansyah menjelaskan, lambatnya pengaspalan jalan provinsi di Desa Labangka, Kecamatan Penajam, Kabupaten PPU, disebabkan karena material aspal terlambat datang.
Karena itu kontraktor harus bergiliran mendapatkan aspal dari distributor.
"Tadi saya sudah koordinasikan dengan kontraktor dan meminta agar jalan untuk sementara disiram aspal agar tidak berdebu," kata Joniansyah saat dihubungi. (*)
Pewarta: Bagus PurwaEditor : Arief Mujayatno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.