Nunukan  (ANTARA News Kaltim) - Kepala Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Sebatik Timur, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Timur, H Hamzah, di Sebatik, Minggu, mewakili warganya mengharapkan perhatian pemerintah setempat untuk memperbaiki sejumlah akses jalan di wilayahnya.

Ia menyebutkan sekitar 10 kilometer lebih akses jalan lintas Desa Tanjung Harapan yang menghubungkan dengan Bebatu, Desa Setabu, Kecamatan Sebatik Barat, hingga saat ini belum pernah mendapatkan perbaikan.

Padahal, kata H hamzah, jalur iTU merupakan akses jalan yang pertama kali dibangun di Pulau Sebatik dan menjadi jalur utama perlintasan masyarakat Pulau Sebatik apabila akan ke Pulau Nunukan sebagai pusat pemerintahan sewaktu masih menjadi kecamatan dari Kabupaten Bulungan.

Jalur ini, lanjut dia, merupakan jalan utama warga Pulau Sebatik yang memiliki kawasan perkebunan dan pertanian. Di sepanjang jalan ini juga telah menjadi kawasan permukiman sekitar ratusan kepala keluarga (KK).

"Jalan ini yang pertama kali dibuka di Pulau Sebatik pada tahun 1996 lalu sebelum Nunukan berpisah dari Kabupaten Bulungan. Tapi kenapa jalur ini kayaknya dilupakan dan dibiarkan bekasnya tertutup sehingga kelihatan jalan kebun sekarang ini. Padahal ratusan rumah warga yang sudah berdiri di sepanjang jalur ini," ucap Hamzah.

Hamzah mengatakan pula bahwa akses jalan pertama di pulau yang berbatasan langsung dengan negeri jiran Malaysia ini kondisinya sudah rusak parah sehingga tidak dapat dilintasi oleh kendaraan apapun.

Dia menambahkan, terdapat tujuh sungai yang tidak memiliki jembatan sehingga hasil perkebunan berupa kelapa sawit dan kakao serta hasil pertanian warga setempat sangat sulit dipasarkan kecuali diangkut dengan tenaga manusia sepanjang tujuh kilometer.

Ia mengatakan, jalan dari Bebatu Desa Setabu telah diperbaiki sekitar dua kilometer dari total panjang sekitar 13 kilometer Bebatu-Tanjung Harapan. Jalur ini juga menghubungkan Bebatu-Sei Nyamuk Kecamatan Sebatik Timur.

Berkaitan dengan keinginan masyarakat pada empat desa di pulau ini yaitu Desa Bukit Aru Indah, Tanjung Harapan dan Sei Nyamuk Kecamatan Sebatik Timur dan Desa Setabu Kecamatan Sebatik Barat agar akses jalan pertama ini diperbaiki telah seringkali diusulkan melalui musyawarah rencana pembangunan desa (musrenbangdes) maupun musrenbang kecamatan.

Tetapi pengusulan tersebut belum pernah ditanggapi sehingga sampai sekarang jalanan ini tidak pernah diperbaiki, katanya sedikit mengeluh.

"Jalanan ini memotong Pulau Sebatik sehingga apabila diperbaiki maka jarak tempuh ke Sebatik bagian Barat dan menuju Pulau Nunukan diperkirakan hanya sekitar satu jam saja," jelas Hamzah.

Selanjutnya dia juga mengeluhkan belum adanya perhatian untuk perbaikan jalur lingkar Jalan Mattirowali RT 014. Padahal, sepanjang jalan ini tiga tahun sebelumnya telah dilakukan peningkatan berupa pengerasan.

Karena tidak pernah diperhatikan lagi, ujarnya, kondisi jalanannya sudah memprihatikan karena banyak lubang dan berlumpur saat musim hujan.

Akibat jalur Jalan Mattirowali rusak parah, paritnya pun mulai rusak yang menyebabkan air meluap masuk lahan persawahan warga setiap musim hujan. (*)



Pewarta: M Rusman
Editor : Arief Mujayatno

COPYRIGHT © ANTARA 2026