Tim gabungan dari Pemkab Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur terus memantau semua objek wisata yang telah ditutup, untuk memastikan tidak ada pengunjung dan kekhawatiran terjadinya kerumunan massa.
"Penutupan tempat-tempat wisata sesuai surat edaran bupati sejak 24 Desember 2020," ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU Mardjani di Penajam, Minggu.
Penutupan pada lokasi destinasi wisata dilakukan untuk menghindari penyebaran Coronavirus Disease 2019 (COVID-19), karena akhir-akhir ini di PPU jumlah pasien yang terkonfirmasi positif virus Corona cenderung meningkat.
Peningkatan terjadi akibat dari perilaku warga yang mulai lemah menerapkan protokol kesehatan, termasuk lokasi wisata yang disinyalir berpotensi menularkan virus, sehingga perlu dilakukan penutupan untuk sementara waktu.
Didampingi Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD PPU Nurlaila, Mardjani melanjutkan, setidaknya terdapat 11 objek wisata di PPU yang ditutup sementara mulai 24 Desember 2020 hingga 3 Januari 2021, yakni Pantai Nipah-Nipah, Pantai Amal, Wisata Mangrove Kampung Baru.
Kemudian Pantai Tanjung Jumlai, Pantai Pejala, Pantai Tanjung Tengah, Objek Wisata Waru Tua di Kelurahan Waru, Penangkaran Rusa Api-Api, Pantai Gelora Api-Api, Wisata Kampung Babulu Laut, dan Objek Wisata Mangrove Mentawir.
Selain memastikan tidak ada pengunjung di tempat wisata, tim gabungan juga melakukan pengetatan penjagaan di Pelabuhan Feri, Pelabuhan Klotok, dan Pelabuhan Speedboat di Penajam.
Dalam penjagaan di pelabuhan ini diketahui bahwa jumlah pengunjung arus kendaraan roda dua dan empat lebih ramai ketimbang hari-hari biasa.
Menurutnya, penempatan tim gabungan dibagi menjadi beberapa titik sesuai kebutuhan di lapangan, sehingga ada tim yang bertugas memantau objek wisata, pelabuhan, penjagaan rusunawa yang dijadikan rumah karantina, dan membantu Operasi Yustisi.
"Tim gabungan ini terdiri atas Kodim 0913, Polres, BPBD, Dinas Perhubungan, Dinas Kominfo, Satpol PP, Pos PM, Dinas Kesehatan, RSUD RAPB, PMI, relawan, dan ormas. Tadi malam, tim memulangkan sembilan pasien yang selesai karantina dan mengantar tiga suspek ke rumah karantina," ujar Mardjani.(ADV)
Pewarta: M.GhofarEditor : Abdul Hakim Muhiddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026