"Jumlah itu naik 20 persen lebih dari uang yang disedikan BI untuk Ramadan 1432 atau bulan puasa tahun lalu. Ketika itu BI Balikpapan menyediakan Rp1,1 triliun. Untuk antisipasi permintaan lebih," kata Kepala Bank Indonesia Perwakilan Balikpapan Tutuk SH Cahyono di Balikpapan, Sabtu.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan Ahmad Koesnantho mengatakan, sekarang penukaran uang tidak mesti di Bank Indonesia, masyarakat bisa menukarkan di bank-bank yang memasang spanduk pemberitahuan bahwa mereka melayani juga penukaran uang.
Penukaran uang juga dilayani Kantor Pos dan Pegadaian. Di Balikpapan ada 24 bank yang melayani penukaran uang ini.
Semua bank-bank utama seperti Bank Mandiri, BNI, BTN, BRI, berikut bank-bank syariah dari bank-bank pemerintah tersebut, Bank Muammalat, hingga bank-bank swasta seperti BCA, Danamon, hingga bank asing asal Australia, Bank Commonwealth, juga turut melayani.
Menurut Koesnantho, bank-bank tersebut sudah mengambil `modal ke BI, yaitu sebagian dari jumlah Rp1,3 triliun tersebut. Sampai minggu kedua Ramadan atau awal Agustus ini, sudah ditukar Rp300 miliar uang baru.
"UPK atau uang pecahan kecil Rp5.000 dan Rp10.000 yang paling diminati," lanjut Koesnantho.
Selain Balikpapan, BI Perwakilan Balikpapan juga melayani dua kabupaten di selatan Balikpapan, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dan Kabupaten Paser.
Koesnantho menyebutkan, di Paser, penukaran uang untuk kebutuhan Ramadan dan Idul Fitri di Paser, terutama di ibukota kabupaten Tana Paser dilayani oleh seluruh bank yang ada di kota itu.
"Ada sembilan bank dengan modal penukaran Rp2 miliar," katanya. (*)
Pewarta: Novi Abdi: Arief Mujayatno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.