Malinau (ANTARA News Kaltim) - Telkomsel akan membangun tiga BTS (Base Transceiver Station) khusus wilayah perbatasan Indonesia dengan Malaysia di Kabupaten Malinau, Kalimantan Timur.

Head of ICT Network Management Kalimantan Telkomsel, Marfani, kepada wartawan di Malinau, Sabtu (14/7), menyatakan, pembangunan BTS itu merupakan program khusus untuk memanfaatkan jaringan komunikasi bagi warga perbatasan.

"Tahun 2012 ini kami akan membangun tiga BTS khusus di Kabupaten Malinau. Ketiga BTS tersebut merupakan program khusus untuk membuka jaringan komunikasi bagi warga perbatasan," ungkap Marfani, usai penandatanganan MoU (memorandm of understading) antara pihak Telkomsel dengan Pemerintah Provinsi Kaltim.

Penandatanganan Mof itu dilakukan oleh Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak dengan Head of ICT Network Management Kalimantan Telkomsel, Marfani serta Bupati Malinau, Drs. Yansen TP, M.Si.

"Penandatanganan MoU itu hanya dengan Pemerintah Provinsi Kaltim sementara perjanjian kerjasamnya bersama Pemerintah Kabupaten Malinau.

Pembanguanan BTS khusus wilayah perbatasan itu kata Marfani hanya dilakukan di Kabupaten Malinau, sementara dua kabupaten lainnya yang juga merupakan wilayah yang berbatasan langsung dengan Malaysia yakni Kabupaten Kutai Barat dan Kabupaten Nunukan dilakukan melalui program USO (Universal Service Obligation) wilayah terpencil.

"Jadi, pembangunan BTS khusus ini hanya di Kabupaten Malnau sementara Kabupaten Kutai Barat an Kabpaten Nunukan menggunakan program USO daerah terpencil," katanya.

"Selain tiga BTS makro tersebut, pada 2012 ini kami juga akan membangun enam USO di Kabupaten Malinau," ungkap Marfani.

Kepala Diskominfo Kaltim, Moh Jauhar Efendi, mengatakan, kerjasama itu dilakukan melalui pembangunan tower oleh pihak Pemprov Kaltim selanjutnya Pemeirntah Kabupaten Malinau menyiapkan lahan dan Telkomsel memanfaatkan tower tersebut dengan menyiapkan BTS.

"Hari ini (Sabtu) penandatanganan MoU itu dilakukan dan Pemerintah Provinsi Kaltim akan segera membangun tower untuk digunakan Telkosmel dalam membangn jaringan komunikasi bagi warga perbatasan," ungkap Moh Jauhar Efendi.  (*)



Pewarta: Amirullah
Editor : Arief Mujayatno

COPYRIGHT © ANTARA 2026