Samarinda (ANTARA News Kaltim) - Anggota Komisi III DPRD Kaltim, M Adam, mempertanyakan pemancangan tiang pertama (groundbreaking) proyek Balikpapan Supermal oleh Gubernur Kaltim, H Awang Faroek Ishak, padahal masih ada proses pembahasan di DPRD Kaltim yang belum tuntas, terutama terkait keberatan dari berbagai kalangan terhadap mega proyek tersebut.  

"Saya juga mempertanyakan pernyataan saudara gubernur bahwa kalau masih ada yang menolak supermal, pindah saja dari Balikpapan. Saya termasuk yang menolak, jadi saya harus pindah ke mana?” kata Ketua Fraksi Hanura-PDS tersebut ketika menyampaikan interupsi pada rapat paripurna XIX DPRD Kaltim, yang dihadiri gubernur Kaltim, Senin (9/7).
 
Menurut Adam, sesuai keterangan Walikota Balikpapan, Rizal Effendi di media massa izin supermal dari Pemkot belum ada saat pemancangan tiang pertama dilakukan, Selasa (3/7) lalu. Begitu pula dengan berbagai studi, terutama menyangkut lalu lintas.

Sedangkan Ketua Komisi II DPRD Kaltim, H Rusman Ya’qub mengatakan Komisi II segera rapat dengan fraksi-fraksi Dewan untuk membahas persoalan supermal.

"Percayakan kepada Komisi II untuk menangani masalah ini," kata Rusman.

Sementara anggota Komisi I asal Fraksi Golkar, H Suwandi dan anggota Komisi II dari fraksi yang sama, H Abdurahman Alhasni, meminta rapat paripurna kembali pada agenda awal, yakni penyampaian Kebijakan Umum Anggaran (KUA) - Prioritas & Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD 2013.

"Mohon kita kembali ke agenda semula," kata Suwandi yang juga menjabat Sekretaris Fraksi Golkar DPRD Kaltim.

Gubernur Kaltim, H Awang Faroek Ishak, yang diberi kesempatan oleh pimpinan sidang, Wakil Ketua DPRD Kaltim, H Hadi Mulyadi, untuk memberi tanggapan mengatakan bahwa proyek supermal jalan terus karena sudah ada persetujuan dari RT, lurah, camat dan Pemerintah Kota Balikpapan.

Proyek yang menelan investasi Rp1 triliun ini positif bagi Balikpapan sebagai pintu gerbang Kaltim, pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja.

"Soal yang menolak harus pindah, itu hanya seloroh saya, tak usah dibesar-besarkan," kata Gubernur Awang Faroek yang disambut tawa dan tepuk tangan hadirin. (Humas DPRD Kaltim/adv)




Editor : Arief Mujayatno

COPYRIGHT © ANTARA 2026