Samarinda (ANTARA News Kaltim) - Sebanyak sembilan menara telekomunikasi atau Base Transceiver Station (BTS) di perbatasan Kalimantan Timur dengan Malaysia segera dibangun guna mengatasi kawasan yang belum memiliki jaringan komunikasi.

"Selama ini tiga kabupaten yang berada di garis perbatasan dengan Malaysia, masih banyak kecamatan yang belum memiliki jaringan komunikasi, padahal rata-rata warga setempat sudah memiliki handphone (HP)," ujar Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kaltim, HM Jauhar Efendi di Samarinda, Sabtu.

Tiga kabupaten di perbatasan yang masih banyak memiliki kawasan blank spot itu adalah Kabupaten Nunukan dan Malinau yang letaknya di Utara Provinsi Kaltim, dan Kabupaten Kutai Barat yang lokasinya di Selatan Provinsi Kaltim.

Sembilan menara komunikasi yang segera dibangun itu karena pemenang lelangnya sudah ada, yakni satu menara (tower) segera dibangun dengan dana APBD Kaltim 2012.

Kemudian tiga tower untuk tiga kabupaten di perbatasan yang dibangun masing-masing kabupaten dengan dana bantuan APBD Kaltim 2012, dan lima menara kecil (pendukung) dibangun Pemkab Malinau dengan APBD Malinau 2012.

Jauhar yang didampingi Kepala Bidang Pos dan Telekomunikasi, Atmadji, menuturkan sembilan menara itu dibangun di Kecamatan Long Nawang, Long Ampung, Long Berang, Data Dian, Long Lawe, Apau Ping Mading, dan Long Sule untuk Kabupaten Malinau.

Kemudian di Kecamatan Long Layu yang berada di kabupaten Nunukan, dan di Long Apari untuk Kabupaten Kutai Barat.

Menurut dia, hingga saat ini di Kaltim masih membutuhkan 44 menara BTS agar ke depan tidak ada lagi kawasan yang blank spot (belum memiliki jaringan komunikasi).

Penduduk Kaltim masih terpencar dengan wilayah sangat luas yang mencapai satu setengah kali Pulau Jawa dan Madura, sehingga jika di suatu desa sudah ada menara besar, tetap saja perlu ditunjang dengan menara-menara kecil, agar seluruh wilayahnya bisa terjangkau jaringan telekomunikasi.

Selain Sembilan menara itu, lanjut dia, di Kaltim juga akan dibangun 20 menara lagi yang merupakan program USO Telekomunikasi dengan sumber pendanaan dari Balai Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika (BP3TI) - Ditjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Kominfo.

Menara-menara ini bukan hanya untuk kawasan perbatasan, tetapi juga untuk pulau terluar, kawasan pedalaman dan terpencil, atau yang masuk pembangunan area khusus.  (*)
 


Pewarta: M Ghofar
Editor : Arief Mujayatno

COPYRIGHT © ANTARA 2026