"Patok-patok yang ditemukan ini mulai awal penjelajahan di titik nol di Sei Pancang, Pulau Sebatik, hingga Sungai Hulu Tembalang, perbatasan Kecamatan Sebuku dengan Kecamatan Lumbis, Kabupaten Nunukan," kata Wakil Komandan Tim Ekspedisi Khatulistiwa 2012 Sub Koordinator Wilayah (koorwil) 5 Kabupaten Nunukan, Mayor Inf Achiruddin, di POsko tim ekspedisi, Kamis (10/5) malam.
Perjalanan Tim Ekspedisi Khatulitiwa 2012 Sub korwil 5 Kabupaten Nunukan ini, katanya, telah menempuh jarak sepanjang 147 kilometer dari jarak yang harus dijelajahi sepanjang 418 kilometer.
Dari 147 patok perbatasan itu, lanjut Achiruddin, beberapa di antaranya telah rusak. "Kemungkinan disebabkan oleh faktor alam yaitu longsor dan ada juga karena ulah manusia, karena di lokasi patok yang rusak tersebut, ditemukan pembukaan lahan perkebunan," katanya.
Patok-patok perbatasan yang ditemukan mengalami kerusakan sebanyak 11 buah dan sebagian besar berada di Kanduangan Kecamatan Nunukan. Sebagian lagi berada di Kecamatan Sei Menggaris.
Khusus di wilayah Kanduangan, tim ekspedisi juga menemukan hutan-hutan sudah gundul akibat pembalakan atau pembukaan lahan, bebernya.
Achiruddin menambahkan, direncanakan akhir Juni 2012, tim penjelajah dari tim ekspedisi ini telah sampai di Long Midan Kecamatan Krayan sebagai lokasi finish.
"Mudah-mudahan rencana bisa dicapai," ujarnya kepada ANTARA. (*)
Pewarta: M RusmanEditor : Arief Mujayatno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.