Kerajinan tangan suku Dayak yang dipasarkan di UKM Centre tersebut berupa "sawung" atau topi hiasan dinding, bakul tempat nasi, tikar yang terbuat dari rotan, kata Staf Disna Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kabupaten Nunukan, Masbudi, di Nunukan, Jumat.
Kemudian terdapat pula topi cowboy yang terbuat dari kulit kayu, mandau, tikar dari daun palm, ikan kering dari berbagai jenis ikan, kue-kue kering, kerupuk, bantak kursi dan sejumlah jenis souvenir lainnya.
Masbudi mengatakan, khusus kue-kue kering, kerupuk, dodol merupakan makanan khas Kabupaten Nunukan yang terbuat dari rumput laut. Begitu pula dengan kerajinan tangan asli asal Suku Dayak tersebut merupakan buatan asli warga setempat.
Mengenai sejumlah jenis souvenir, Masbudi menegaskan merupakan buatan para tahanan dan nara pidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kabupaten Nunukan. Souvenir ini berupa perahu finisi yang dibuat dari kertas koran bekas, bantal kursi dan berbagai bentuk boneka dari kain bekas.
Sejak UKM Centre dibuka oleh Bupati Nunukan, Drs Basri bulan lalu, jenis souvenir yang paling laris dan diminati pengunjung adalah "sawung" dan bakul yang terbuat dari rotan.
"Kebanyakan, pengunjung yang membeli adalah tamu yang berasal dari Pulau Jawa sebagai bekal buat ole-ole pulang termasuk anggota tim ekspedisi khatulistiwa 2012 saat mau pulang," kata Masbudi.
Harga dari kerajinan tangan dari rotan tergantung bentuk dan jenisnya. "Sawung" misalnya, dijual dengan harga Rp 130.000 per set yang terdiri atas lima buah berukuran bertingkat. Bakul tempat beras atau nasi bagi warga Suku Dayak Kecamatan Krayan harganya antara Rp 40.000 sampai Rp 170.000 perbuah.
Souvenir perahu finisi buatan tahanan dan nara pidana Lapas Nunukan, seharga Rp 125 ribu dan bantal kursi seharga Rp 65.000.
Ikan kering yang bisa bertahan hingga berbulan-bulan dari ikan gulamat, ikan ekor kuning, mairo, ikan belah dan ikan tipis, Masbudi mengatakan dijual dengan harga antara Rp 23.000 sampai Rp 45.000 per ons atau per kilogram.
Masbudi mengakui kerajinan tangan dan makanan khas masyarakat Kabupaten Nunukan, banyak dibeli pengunjung sebelum bulan suci Ramadhan dan pemasukan bisa mencapai Rp 500.000 sampai Rp 1,2 juta per hari. Sedangkan selama puasa ini, pengunjung sangat sepi. (*)
Pewarta: M RusmanEditor : Arief Mujayatno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.