Tenggarong (ANTARA News Kaltim) - Pembangunan Kutai Kartanegara seperti dimulai dari "O" (awal), yakni setelah terjadi musibah yang menyebabkan puluhan orang tewas akibat ambruknya Jembatan Kukar pada 26 November 2011 sekitar 16.30 Wita.

Hal itu diungkapkan Sekretaris Kabupaten Kukar (Kutai Kartanegara), Haryanto Bachroel di Tenggarong, Selasa, saat menerima sejumlah utusan dari Pemkab Karang Asem Bali dalam kunjungan kerjanya ke "Kota Raja" itu.

Jembatan yang melintas di atas Sungai Mahakam dan merupakan jembatan gantung terpanjang di Indonesia itu memiliki arti strategis bagi urat nadi perekonomian warga setempat, yakni menghubungkan Kota Tenggarong-Tenggarong Seberang-Samarinda.

Jembatan dengan panjang keseluruhan mencapai 710 meter serta tergantung tanpa penyangga itu ambruk menyebabkan transportasi darat terhambat sehingga menghambat berbagai kegiatan perekonomian dan pembangunan meskipun sudah ada beberapa feri melayani penyeberangan.

Dalam kesempatan itu, Sekkab memaparkan juga tentang program sosial dan kesehatan, Pemkab Kukar memiliki program pemberian bantuan untuk orang miskin, orang jompo, dan janda tua. Kemudian ada jaminan kesehatan bagi seluruh masyarakat.

Sekkab juga menyinggung transportasi penghubung Loa Janan-Tenggarong yang banyak rusak.

Ia juga mengaku malu karena kondisinya sampai sekarang memprihatinkan. Perbaikan jalan itu sebenarnya bukan tanggung jawab Pemkab Kukar, karena merupakan jalan provinsi dan jalan Negara, namun kenyataannya belum bisa diperbaiki.

Mengenai kebudayaan, Bachroel mengatakan komitmen pemerintah tetap melestarikan adat dan istiadat daerah. Termasuk pesta adat Erau yang diselenggarakan tiap tahun. Selain untuk tujuan wisata, Erau juga untuk menjaga kelestarian adat daerah.

Sementara itu, pejabat dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karang Asem, Provinsi Bali I Wayan Artha Dipa, mengungkapkan rasa kagumnya setelah berkunjung ke Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar) untuk tujuan studi banding.

Dalam studi banding tersebut, I Wayan menjadi kepala rombongan yang memimpin 20 pejabat lain yang turut dalam kegiatan di Tenggarong sejak Senin (30/4) tersebut.

Melihat Kota Tenggarong, ia juga mengaku tertarik untuk mengunjungi tempat wisata yanga da. Dia juga mengakgumi penataan kota dan tempat wisatanya bagus.

Sehari sebelumnya, rombongan pejabat dari Karang Asem telah bertemu dengan sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Kukar, seperti Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Haryanto Bachroel, Staf Ahli Bupati M. Indra, serta sejumlah perwakilan dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Kukar.

Pada kesempatan tersebut, rombongan pejabat dari Karang Asem mengemukakan maksud dan tujuan kedatangan mereka. Selain itu juga mempertanyakan tentang perencanaan program yang ada di Kukar.

"Kami ingin belajar bagaimana Pemerintah Kutai Kartanegara menjalankan pembangunan, baik di bidang sosial, dan ekonomi. Selain itu kami juga ingin mengetahui perkembangan pembangunan Kukar," ujar I Wayan. (*)



Pewarta: Hadi Purnomo
: Arief Mujayatno

COPYRIGHT © ANTARA 2026