"Dari dua kelurahan penerima proyek padat karya produktif ini, masing-masing sebanyak 88 KK saat ini telah panen," kata Kabid Pelatihan Produktifitas dan Penempatan Tenaga Kerja Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Bontang, Sulistijaningrum Dwi Djajanti, di Bontang, Selasa.
Jika di Bontang Lestari mereka panen berbagai jenis ikan tawar seperti nila, bawal, patin maka di Gusung nelayan telah memanen rumput laut basah sebanyak 12 ton dan saat ini sedang menunggu masa panen kedua.
Proyek padat karya produktif ini tadinya berlangsung selama 25 hari, dari 88 KK di satu lokasi kelurahan terbagi tukang, ketua dan pekerja.
Mereka mendapat bimbingan teknis instansi terkait juga pendampingan dari para peserta program pelatihan kewirausahaan (P2KW) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kaltim.
"Dinas Tenaga Kerja dan Sosial dalam hal ini melakukan monitoring dan evaluasi, dengan bimbingan teknis oleh instansi terkait ditunjang pendampingan dari P2KW Disnakertrans Kaltim," terang Sulis.
Proyek padat karya produktif dilatari adanya produk unggulan yang dimiliki suatu kelurahan.
"Dengan proyek padat karya produktif ini diharapkan harus ada sesuatu yang diunggulkan suatu wilayah kelurahan," terang Sulis.
Proyek padat karya ini dalam tahun anggaran 2012 Bontang akan kembali mendapat alokasi tentunya akan disebar dilokasi kelurahan berbeda.
Dikatakan Sulis, awalnya mereka diidentifikasi, lalu dilakukan sosialisasi, pelaksanaan lapangan selama 25 hari dengan bimbingan teknis dan monitoring evaluasi.
"Dalam proses berjalan setelah fisik dan padat karya produktif berjalan seeprti budi daya pembuatan kolam ikan di Bontang Lestari dan rumput laut di Pulau Gusung usai maka mereka akan berkelompok, pembentukan kelompok terserah mereka sendiri," ujar Sulis. (*)
Pewarta: Suratmi: Arief Mujayatno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.