Penajam Paser Utara (ANTARA) - Petani Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, saat ini masih melakukan panen tanaman padi di atas lahan persawahan kisaran 242,5 hektare di tengah musim kemarau dan diperkirakan panen tanaman padi tersebut berlangsung hingga Oktober 2026.

"Ada lahan sawah yang kekeringan sedang hingga puso atau gagal panen saat kemarau berlangsung," ujar Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara Gunawan, Senin, ketika ditanya menyangkut produksi tanaman padi di Penajam.

Tercatat luas tanam tanaman padi di Kabupaten Penajam Paser Utara sepanjang Januari hingga Agustus 2026 mencapai 6.969 hektare.

Luas lahan pertanian tanaman padi yang kekeringan sedang terdampak musim sekitar delapan hektare di Kelurahan Waru dan 18,5 hektare di Desa Sesulu, serta puso atau gagal panen kisaran lima hektare di Keluarga Waru dan 2,5 hektare di Desa Sesulu.

Mengantisipasi gagal panen yang signifikan pada musim kemarau dilakukan percepatan tanam padi, jelas dia, dengan melakukan percepatan tanam agar sebelum atau saat puncak kemarau sudah ada yang panen.

"Dan juga menginstruksikan petani untuk menanam benih padi varietas tahan terhadap kekeringan dan kadar asam tanah tinggi," tambahnya.

Kemudian Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara juta menyalurkan 20 unit pompa air pada lahan yang ada sumber air permukaan atau air tanah untuk mengatasi kekeringan.

Terdata sementara hasil panen tanaman padi petani hingga Agustus 2026 sekitar 45.300 ton gabah kering giling (GKP), kata dia, dan di tengah musim kemarau masih berlangsung panen di atas lahan kisaran 242,5 hektare.

Rata-rata petani melakukan panen tanaman padi sekitar 3-5 ton per hektare per hari, dan dioptimalkan agar target panen tanaman padi 2026 sekitar 50.236 GKP dapat tercapai, demikian Gunawan.



Pewarta: Nyaman Bagus Purwaniawan
Editor : Helti Marini S

COPYRIGHT © ANTARA 2026