Sangata (ANTARA News Kaltim) - Perusahaan Listrik negara (PLN) Ranting Sangata, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, menyatakan penyebab pemadaman bergilir aliran listrik dalam beberapa pekan terakhir karena beban listrik sudah mencapai puncak.

"Berdasarkan data terakhir PLN Ranting Sangata, beban puncak mencapai 12.350 MW dari ketersediaan sebesar 12.900 Megawatt," kata Manajer Rayon PLN Sangatta, Anas Febrian, di Sangata, Selasa.

Menurut Anas Febrian, akibat mencapai beban puncak mengakibatkan PLN kehilangan daya sebesar 2,5 MW, yang membuat beberapa mesin PLN rusak dan terganggu, dan giliran pemadaman di beberapa titik, namun saat ini sudah kembali normal, meskipun masih belum seluruhnya dapat beroperasi.

"Masih terdapat 500 KW yang saat ini masih dalam proses perbaikan, mudah-mudahan dalam beberapa hari kedepan sudah selesai, supaya tidak ada lagi giliran," kata Anas Febrian menambahkan.

Anas mengatakan, pihaknya merasa kewalahan karena sejumlah mesin pembangkit listrik enaga diesel (PLTD) PLN Ranting Sangata kondisnya sudah tua semua, sehingga tidk maksimal lagi. namun kami tetap berupaya dan berusaha agar mesin tetap jalan normal.

"Semua mesin milik PLN Ranting Sangata sudah tua semua, sehingga harus dilakukan pemeliharaan secara rutin agar tidak menggagu pasokan kepada pelanggan selama 24 jam," katanya.

Anas berharap kepada masyarakat agar dapat bijak dalam menggunakan energy listrik. Yakni melalui berhemat dengan cara mematikan peralatan listrik yang tidak digunakan pada saat beban puncak. Sehingga selain membantu PLN dan juga dapat mengurangi biaya yang dikeluarkan pelanggan setiap bulannya.

Terkait seringnya pemadaman bergilir yang dilakukan PLN tanpa pemberitahuan, Anas menyatakan permintaan maaf atas terganggunya kenyamanan masyarakat.

"Atas nama PLN Ranting Sangata, saya mohon maat, dan kami berjanji layanan masyarakat akan semakin baik dan maksimal. Saya juga mewakili manajemen mengimbau kepada seluruh pelanggan untuk dapat bijak dalam menggunakan listrik sesuai kebutuhannya. Kalau tidak perlu dimatikan lampunya," ujarnya.  (*)




Pewarta: Adi Sagaria
: Arief Mujayatno

COPYRIGHT © ANTARA 2026