"Transfer DD dari RKUD Kukar ke rekening kas desa (RKD) tersebut dilakukan pada 19-27 Desember 2017," ujar Tenaga Ahli Pelayanan Sosial Dasar Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Kabupaten Kukar Arif Rakhman dihubungi dari Samarinda, Jumat.
Kabupaten Kukar memiliki 193 desa. Dengan telah adanya pencairan DD bagi 179 desa tersebut, berarti tinggal 14 desa lagi yang belum. Namun diyakini 14 desa tersebut segera bisa menerima transfer karena sekarang masih proses administrasi.
Menurutnya, 179 desa yang telah menerima transfer tersebut merata di sejumlah kecamatan, antara lain tujuh desa di Kecamatan Muara Wis, semuanya sudah cair dengan total senilai Rp2,229 miliar.
Kemudian empat desa yang ada di Kecamatan Samboja, semuanya juga sudah cair dengan total nilai Rp1,26 miliar.
Selanjutnya dari 13 desa yang ada di Kecamatan Muara Badak, terdapat 12 desa yang sudah cair dengan nilai Rp4,027 miliar, sementara satu desa yang belum cair adalah Desa Salo Cella.
Selanjutnya di Kecamatan Loa Kulu, dari 15 desa yang ada, semuanya sudah mendapat transfer dari RKUD dengan total DD yang cair senilai Rp4,83 miliar.
Berikutnya adalah untuk Kecamatan Kenohan, dari sembilan desa yang ada, semuanya sudah mendapat pencairan DD dari RKUD Kukar dengan total senilai Rp2,81 miliar.
Sedangkan untuk pemanfaatan DD tahap I-2017, lanjut Arif, semuanya sudah terserap 100 persen dan sudah dirasakan masyarakat manfaatnya baik untuk pembangunan infrastruktur dasar desa maupun untuk pemberdayaan masyarakat di berbagai bidang seperti bidang ekonomi, kesehatan maupun pendidikan.
Desa yang telah memanfaatkan DD tahap I antara lain di Desa Kembang Janggut, Kecamatan Kembang Janggut. Desa ini memanfaatkan DD tahap I untuk rehap Puskesmas Pembantu dengan nilai Rp47,19 juta, pembangunan pasar desa senilai Rp266,3 juta, dan pembuatan sumur bor sebanyak sembilan titik dengan nilai total Rp71,01 juta.
"Pada tahun 2017, 193 desa se-Kabupaten Kukar mendapat DD dari pemerintah pusat senilai Rp154 miliar dengan pencairan dua tahap, yakni tahap I sebesar 60 persen dengan nilai Rp92,7 miliar yang semuanya sudah terserap, kemudian tahap II sebesar 40 persen dengan nilai Rp61,8 miliar yang baru sebagian terserap untuk berbagai kegiatan," ucap Arif. (*)
Pewarta: M.GhofarEditor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.