"Saya tidak menemukan satu alasanpun, mengapa harus mundur dari pencalonan Pilkada Kaltim dan deklarasi pasangan dijadwalkan pada awal Januari 2018," kata Yusran ketika ditemui di Penajam, Selasa.
Yusran yang juga Ketua Partai Gerindra Kaltim menegaskan hal itu, seiring munculnya kabar yang menyebut dirinya tidak mendapat dukungan dari DPP Partai Gerindra untuk bertarung di Pilkada Kaltim.
Ia menegaskan siap maju dalam pertarungan pemilihan gubernur yang akan digelar pada 27 Juni 2018.
"Bukan persoalan mendapat tiket maju. Jadi, pernyataan saya apabila saya mencalonkan menjadi gubernur menurunkan elektabilitas partai dan tidak membawa kebaikan bagi Gerindra serta masyarakat, maka saya mundur," jelasnya.
Yusran menambahkan bahwa dirinya sudah berniat maju sejak awal dan telah meminta izin kepada Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto.
Ia sangat optimistis dan siap bertarung dalam pilkada, kendati posisi calon wakil gubernur belum ditentukan.
"Kami telah menjalin komunikasi dengan sejumlah partai politik untuk menentukan calon wakil gubernur," ujar Yusran seraya menyebut Partai Demokrat dan Partai NasDem yang telah diajak berkomunikasi.
Menurut Yusran, apabila bersedia, Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang dan Wawali Nursyirwan Ismail sangat cocok menjadi calon wakil gubernur mendampingi dirinya.
Hanya saja, Syaharie Jaang yang juga Ketua Partai Demokrat Kaltim itu telah menyatakan niatnya untuk maju sebagai calon gubernur dan tinggal menunggu rekomendasi dari partainya. (*)
Pewarta: Bagus PurwaEditor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026