"Ekspor sebesar itu mengalami peningkatan mencapai 29,09 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat 9,86 miliar dolar AS," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kaltim Muhammad Habibullah di Samarinda, Jumat.
Berbagai komoditas yang diekspor antara lain bahan bakar mineral baik migas maupun nonmigas dengan nilai 11,75 miliar dolar, naik 31,35 persen ketimbang periode Januari-September 2016 yang tercatat 8,94 miliar dolar.
Sedangkan komoditas nonmigas selain bahan bakar mineral yang diekspor Kaltim pada periode tersebut antara lain lemak dan minyak hewani atau nabati serta produk disosiasinya sebesar 431,26 juta dolar, naik mencapai 124,61 persen ketimbang periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat 192 juta dolar AS.
Kemudian ekspor bahan kimia anorganik, senyawa organik atau anorganik dari logam mulia dan dari logam tanah langka dengan nilai 205,32 juta dolar, mengalami penurunan 14,71 persen ketimbang periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat 240,73 juta dolar.
Berikutnya ekspor kayu dan barang dari kayu atau arang senilai 142,83 juta dolar, turun 37,96 persen ketimbang Januari-September 2016 yang sebesar 230,23 juta dolar. Ekspor pupuk 97,75 juta dolar, turun 40,32 persen ketimbang periode yang sama tahun sebelumnya yang senilai 163,79 juta dolar.
Ekspor bahan kimia organik 58,86 juta dolar, terjadi penurunan ketimbang periode sebelumnya yang tercatat 40,58 juta dolar, ekspor aneka produk kimia 23,74 juta dolar, naik mencapai 363,75 persen ketimbang sebelumnya yang senilai 5,12 juta dolar.
"Kenaikan persentase tertinggi terjadi pada ekspor residu dan sisa dari industri makanan yang mencapai 522,38 persen, yakni dari 430 ribu dolar pada Januari-September 2016 naik menjadi 2,7 juta dolar pada periode yang sama 2017," ucap Habibullah.
Untuk negara tujuan ekspor migas dari Kaltim periode Januari-September 2017 antara lain ke Jepang senilai 1,16 miliar dolar, ke Taiwan 636,36 juta dolar, ke Singapura 487,93 juta dolar, ke Australia 250,84 juta dolar, dan ekspor migas ke Thailand senilai 211,15 juta dolar AS.
"Sedangkan untuk ekspor nonmigas antara lain ke India sebesar 2,24 miliar dolar, ke Tiongkok 2,13 miliar dolar, ke Korea Selatan 1,16 miliar dolar, ke Jepang 1,06 miliar dolar, ke Malaysia 570,55 juta dolar, ke Filipina 491,5 juta dolar, ke Thailand 469,57 juta dolar, dan ekspor nonmigas ke Bangladesh senilai 115,81 juta dolar," katanya. (*)
Pewarta: M GhofarEditor : Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026