Dilaporkan di Samarinda, Selasa bahwa hingga Selasa sore di sejumlah SPBU bahkan sudah tidak terlihat adanya antrian panjang kendaraan baik roda empat maupun roda dua di semua SPBU di Samarinda, seperti yang terjadi dua pekan terakhir.
"Sejak kemarin (Senin) kendaraan yang mengantri sudah mulai berkurang karena stok BBM jenis bensin sudah ditambah. Bahkan, hari ini (Selasa) kendaraan yang mengantri bensin jauh berkurang dibanding kemarin," ujar seorang petugas SPBU di Jalan Kusuma Bangsa.
Petugas SPBU Jalan Kusuma Bangsa tadi mengaku bahwa antian panjang kendaraan hingga ke Jalan Kusuma Bangsa dan Bhayangkara itu sempat berlangsung selama lebih dua pekan.
"Kami juga sempat repot sebab umumnya warga mengeluh dan bertanya mengapa bensin langka. Kami hanya menjawab seadanya karena kami hanya petugas dan tidak tahu tentang kelangkaan itu," kata perugas SPBU tersebut.
Normalnya antrian di SPUB tersebut disambut gembira warga Samarinda.
"Selama terjadi kelangkaan saya terpaksa membeli bensin eceran karena tidak mau mengantri.
Hari ini (Selasa) saya baru mengisi bensin di SPBU setelah lebih dua pekan terjadi antrian dan tangki motor langsung saya isi penuh," ujar seorang warga Samarinda, Wahyu, ditemui saat mengisi BBM di SPBU Jalan Juanda.
Biasanya, kata dia menambahkan bahwa jika beli eceran Rp20 ribu baru tangki motor s penuh tetapi jika di SPBU hanya Rp13 ribu.
Dilaporkan bahwa meskipun antrian BBM di sejumlah SPBU mulai berkurang namun aktifitas penjualan bensin eceran di kota yang di belah Sungai Mahakam tersebut masih terlihat marak.
Bahkan, para penjual bensin eceran tersebut masih banyak berjualan di sekitar SPBU.
"Kami sangat senang jika antrian SPBU kembali normal sebab jika bensin langka aktifitas warga juga sangat terganggu sebab kami harus mengantri hingga berjam-jam hanya untuk mendapatkan tiga liter bensin," kata warga Samarinda lainnya, Ilham.
Ia menilai bahwa tidak semestinya, warga Kaltim kekurangan BBM karena provinsi itu dikenal sebagai penghasil minyak. "Jadi, kami berharap, kelangkaan bensin ini tidak terjadi lagi sebab sangat menyusahkan," imbuh dia.
Sebelumnya, salah seorang anggota Komisi III Bidang Pembangunan DPRD Kaltim, Syaifuddin DJ, menyatakan, pihak pertamina telah berjanji antrian BBM akan kembali normal pada Senin, 23 Mei 2011.
"Kami mendesak pihak Pertamina untuk menambah pasokan BBM ke semua SPBU di Kaltim sebagai upaya mengatasi kelanggkaan yang berimbas terjadinya antrian BBM di sejumlah SPBU di Kaltim, khususnya di Samarinda," ungkap Syaifuddin DJ.
Pihak Pertamina lanjut dia, akan menambah suplai 30 kiloliter BBM jenis premium atau bensin ke setiap SPBU di Kaltim selama empat hari.
"Jatah premium ke setiap SBPU selama ini 20 Kl per hari namun dengan adanya penambahan ini naik menjadi 30 Kl," katanya.
"Tapi itu hanya berlangsung selama empat hari sebab pihak Pertamina menjamin, kapal pengangkut BBM akan segera tiba dua hari akan datang kemudian distribusi diperkirakan berlangsung selama dua hari sehingga empat hari ke depan penyaluran BBM akan kembali normal," ujar dia.
Jadi, katanya bahwa pihak Pertamina menjamin, empat hari ke depan (Senin, 23 Mei 2011) tidak akan ada lagi antrian di SPBU.
Editor : Iskandar Zulkarnaen
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.