.
Pemimpin rombongan, Greeffion Kamil, didaulat untuk memotong umpang, sebatang kayu bulat diameter sepuluh cm yang disiapkan laksana pita pada acara pemotongan pita. Perlu tiga kali ayunan mandau bagi Greeffion untuk memutuskan umpang.
Segera kemudian serombongan anak-anak penari mempersembahkan tari selamat datang sambil rombongan berjalan menuju rumah betang. Rumah betang adalah rumah panjang khas orang-orang pedalaman Kalimantan.
Begitu tiba di ujung rumah betang, rombongan disambut dengan padana, yaitu ritual mantera dan menombak babi. Wahyu, peserta dari Bali, didaulat mewakili peserta.
Menurut F Tigang, tumenggung pemangku adat Iban Betang Sadap, ritual itu untuk keselamatan dan kesejahteraan, dan semacam izin untuk masuk rumah betang.
“Terimakasih yang tak terhingga kepada saudara-saudara kami di sini, yang menerima kami sedemikan rupa dengan upacara adat ini,†kata Fionk, panggilan akrab Greeffionk Kamil.
Rombongan akan tinggal di Sadap selama dua hari. Di dusun ini, kegiatan utama adalah pengobatan oleh dr Silver Purba dan penanaman sejumlah pohon gaharu di batas Taman Nasional Betung Kerihun (TNBK).
Sebelumnya, rombongan menempuh perjalanan darat selama dua hari dari Pontianak
menuju Putussibau. Dengan 6 mobil bergardan ganda, berupa empat buah LandRover, Toyota Land Cruiser VX, dan sebuah Jeep Cherokee, rombongan bertolak dari Pontianak Rabu (16/3). Perjalanan sejauh 850 km tersebut ditempuh selama dua hari dengan dua etape. Hari pertama dari Pontianak-Sintang, dan setelah bermalam di Bukit Kelam, Sintang, lanjut ke Putussibau.
"Seluruhnya kami ada 23 orang, dari berbagai macam profesi dan latar belakang, dan disatukan perjalanan ini untuk mengunjungi saudara-saudara kami di sini," kata Fionk lagi di depan masyarakat Sadap usap santap malam bersama.
Dusun Sadap dicapai dengan 4 jam perjalanan bermobil dari Putussibau, ibu negeri Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Sadap berbatasan langsung dengan Taman Nasional Betung Kerihun dan menjadi gerbang Taman Nasional tersebut.
"Kami sangat bangga dan terharu, Bapak-Bapak semua mau meringankan hati dan langkah hingga tiba ke mari," sambut Gimbau, Panglima Sadap
Editor : Iskandar Zulkarnaen
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.