"Masalah, mutasi dan promosi merupakan kebutuhan yang diamanatkan dalam undang-undang, sehingga tidak perlu sakit hati, tidak perlu sedih dan tidak perlu kecewa," kata Bupati Kutim, Isran Noor di Sangata, Rabu saat memberikan amanatnya pada pelantikan 44 pejabat
eselon II, III dan IV.
Tampaknya hal itu sengaja dikatakan Isran Noor yang baru dilantik sebagai bupati Kutai Timur definitif periode 2011-2016 pada 13 Februari 2011 terkait adanya isu "pergeseran" sebagai buntut dari Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) Kutim lalu.
Bupati melantik 44 pejabat yang dilanmtik terdiri dari eselon II sebanyak sembilan orang, eselon III sebanyak 22 orang dan eselon IV sebanyak 13 orang.
Isran menjelaskan bahwa mutasi dan promosi telah sesuai perturan, misalnya terkait adanya empat pejabat eselon II yang memasuki masa pensiun masing-masing Asisten I Tata Praja HM Idrus Yunus digantikan oleh H.Sjafruddin Syam, yang sebelumnya Kepala Badan Kepegawaian Daerah.
Kemudian Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) dijabat Zulkifly Sjachron, digantikan Ordiansyah sebagai Pelaksana Tugas (Plt).
Kemudian Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) H.EA.Suhariyanto digantikan Hj Aisyah yang sebelumnya Staf Ahli Bidang Pendidikan dan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag).
Sedangkan pejabat memasuki masa pensiun, yakni Abi Wahyu Hanafi digantikan oleh Muhammad Arief yang sebelumnya di Inspektorat Kabupaten Kutai Timur
Menurut Bupati Isran Noor, pelantikan kali ini menyusul adanya beberapa orang pejabat yang segera memasuki puirna tugas atau pensiun dan untuk mengisi beberapa posisi jabatan yang masih kosong.
Pengisian jabatan tersebut diperlukan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat
"Kepada saudara yang baru saja saya ambil sumpahnya, untuk segeralah bekerja dengan baik dengan sesuai petunjuk dan amanat undang-undang dan peraturan yang berlaku," kata Isran.
"Khusus yang baru dilantik segera bekerja dan tidak usah menunggu perintah bupati atau wakil bupati, karena sudah ada program tinggal dikanjutkan. jaga martabat sebagai Pejabat dan jaga harga diri serta jaga nama baik lembaga pemerintah," ujarnya.
"Semua SKPD terlibat dengan sungguh-sungguh, tidak ada istilah baru belajar,kalau tidak mampu bekerja levbih baik berjiwa besar mundur, karena masih banyak yang lebih pintar dan mau bekerja keras," imbuh di.
Editor : Iskandar Zulkarnaen
COPYRIGHT © ANTARA 2026