Samarinda (ANTARA Kaltim) -  Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan Cabang Utama Samarinda, Kalimantan Timur, meluncurkan aplikasi baru "mobile screening" yang bisa diakses masyarakat menggunakan telepon seluler pintar untuk mendeteksi penyakit secara dini.

"Deteksi dini terhadap penyakit yang bisa diketahui dari fitur mobile screening ini adalah diabetes melitus, hipertensi, ginjal kronis, dan jantung koroner," kata Kepala Unit Hukum, Komunikasi Publik dan Kepatuhan BPJS Kesehatan Cabang Utama Samarinda Susan Trisiana di Samarinda, Rabu.

Ia mengemukakan kelima penyakit tersebut untuk gejala awal sebenarnya sering dirasakan oleh masyarakat, tetapi penderita sering mengabaikan sampai akhirnya benar-benar penyakitnya muncul.

Dengan adanya aplikasi ini diharapkan masyarakat mengetahui gejala penyakit itu untuk kemudian dilakukan pemeriksaan ke dokter atau Puskesmas.

Menurut Susan, screening riwayat kesehatan merupakan penambahan fitur di aplikasi BPJS Kesehatan Mobile.

Sebelumnya, peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) hanya dapat melakukan screening secara manual di BPJS Kesehatan atau di mitra BPJS Kesehatan.

"Namun, mulai sekarang bisa melihat potensi risiko kesehatannya, cukup melakukan screening melalui fitur BPJS Kesehatan Mobile yang bisa diakses dari telepon genggam," jelasnya.

Susan menambahkan peserta dapat mengunduh aplikasi BPJS Kesehatan Mobile di Google Play Store, kemudian melakukan registrasi. Setelah terdaftar dan mengklik tombol "log in", peserta dapat memilih menu screening riwayat kesehatan.

Selanjutnya, peserta akan diminta mengisi 47 pertanyaan mengenai kebiasaan dan aktivitas sehari-hari, penyakit yang pernah diidap, riwayat penyakit dalam keluarga peserta, dan pola makan.

"Apabila semua pertanyaan tersebut telah dijawab, peserta akan memperoleh hasil screening riwayat kesehatan mereka pada saat itu juga," ujar Susan.

Apabila dari hasil screening itu peserta memiliki risiko rendah, mereka disarankan menjaga pola hidup sehat dan melakukan olahraga rutin minimal 30 menit setiap hari.

Namun, jika terdeteksi potensi sedang atau tinggi terhadap diabetes melitus, maka akan memperoleh nomor screening skunder dan diarahkan mengunjungi fasilitas kesehatan tingkat pertama di lokasi yang terdaftar.

"Tujuannya adalah untuk memperoleh tindak lanjut atau melakukan pengecekan gula darah puasa dan gula darah post prandial. Sama halnya dengan hasil screening dari empat penyakit kronis lainnya," ujar Susan.(*)

Pewarta: M Ghofar
Editor : Didik Kusbiantoro

COPYRIGHT © ANTARA 2026