"Sudah enam warga Desa Sangata selatan menjadi korban, sedangkan di Desa Singa Gembara Kecamatan Sangata Utara sudah dua orang menjadi korban," kata Camat Sangata Utara Didi Herdiansyah, di Sangata, Kamis membenarkan kasus tersebut.
Hal itu menjadi alasan pihaknya menggelar acara sosialisasi penyebaran rabies, kemarin di Sangata.
"Kami melibatkan berbagai pihak, termasuk 147 Ketua Rukun Tetangga (RT) dari empat desa Kecamatan Sangata Utara dalam upaya penanganan kasus penyebaran rabies," papar dia.
Selain ketua RT, pihaknya juga melibatkan relawan dari warga desa dalam mengantisipasi serta menangani penyakit akibat gigitan anjing gila sehingga jumlah peserta sekitar 300 orang.
Rabies adalah penyakit infeksi akut pada susunan saraf pusat yang disebabkan oleh virus rabies. Penyakit ini bersifat zoonotik, yaitu dapat ditularkan dari hewan ke manusia melalu gigitan hewan, antara lain anjing, kucing, kera, rakun, dan kelelawar.
Kabupaten Kutai Timur Kalimantan Timur menggelar kegiatan sosialisasi Anjing Rabies, yang diadakan di Balai Pertemuan Umum (BPU) Kantor Kecamatan Sangata Utara, kemarin.
Camat Didi Heridnmaysh mengatakan bahwa acara sosialisasi penyakit rabies dilaksanakan kerjasama Dinas Pertanian dan Peternakan Kutai Timur dengan Pemerintah Kecamatan Sangata Utata.
"Hal itu dilakukan karena dalam beberapa hari ini, banyak warga menjadi korban akibat digigit anjing gila," ujar Didi Herdiansyah.
Narasumber dari Dinas Pertanian dan Peternakan agak kesulitan menyampaikan materi, karena sejumlah Ketua RT yang tidak mengerti penyakit rabies. Kalau anjing gila mereka mengerti
"Mereka dibekali pengetahuan bagaimana mencegah penyakit rebies ini,misalnya Anjing peliharaan, tidak boleh dibiarkan lepas berkeliaran," papar dia.
Anjing liar atau anjing yang diliarkan harus segera dilaporkan kepada petugas Dinas Peternakan atau Pos Kesehatan Hewan untuk diberantas atau dimusnahkan.
Mayoritas Ketua RT dan peserta sosialisasi mengusulkan digelar razia anjing-anjing. Setiap anjing yang ditemukan di bunuh dan musnahkan.
Ciri Rabies
Ia menjelaskan bahwa penting untuk mengetahui ciri anjing rabies:
- Tampak tidak sehat, gelisah, dan agresif
- Keluar air liur berlebihan dan lidah terjulur
- Suka menyendiri dan berada di tempat gelap
- Ekor ditekuk diantara kedua kaki belakang
- Menggigit apa saja yang ada disekitarnya, baik benda-benda maupun orang, bahkan pemilik anjing yang selama ini akrab dengannya.
- Takut cahaya (fotofobi)
- Tidak mau makan dan minum tapi merasa sangat haus
- Takut air (hidrofobi)
- Takur suara.
Diharapkan dengan mengetahui ciri itu maka warga lebih waspada.
Editor : Iskandar Zulkarnaen
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Berita Terkait
Kaltim Dorong Desa Manfaatkan Portal Desa
- 29 Maret 2019 12:21
BPJSTK Lindungi 17.000 Honorer Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN
- 28 Maret 2019 21:51
Gubernur Nilai Program KB Kaltim Belum Optimal
- 27 Maret 2019 16:55
TMMD Di Mahulu Berhasil Bangun Sembilan Infrastruktur
- 27 Maret 2019 15:43
870 Warga Kutai Barat Terindikasi Stunting
- 27 Maret 2019 13:34
Gubernur: Penanggulangan Banjir Samarinda Dengan Normalisasi SKM
- 26 Maret 2019 20:35
Bontang Berencana Bentuk Kader Pemberdayaan Masyarakat
- 26 Maret 2019 18:20
BKKBN Kaltim Bersiap Gelar Rakerda
- 26 Maret 2019 15:08
Gubernur Kaltim Apresiasi Kinerja BKKBN
- 25 Maret 2019 21:51